POLITIK & HUKUM

Internet Buruk, Sidang Lanjutan Kasus Makar Ditunda

MANOKWARI, papuabaratnews.co Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Manokwari kembali menunda lanjutan sidang perkara dugaan Makar yang menyeret Erik Aliknoe, Pende Mirin dan Yunus Aliknoe, sebagai terdakwa.

Penundaan tersebut menjadi yang kedua kalinya setelah sebelumnya ditunda selama dua pekan lantaran mangkirnya para saksi dari panggilan Jaksa Penuntut umum Kejaksaan Negeri Manokwari Benony A. Kombado.

“Ketua majelis hakim Sonny A. B Laoemoery menetapkan sidang ditunda ke hari Kamis 23 April mendatang. Sampai saat ini, para terdakwa masih tetap berada dalam penahanan di Mako Brimob Manokwari,” kata Kombado kepada Papua Barat News, Selasa (21/4/2020).

Sementara itu, Yan Christian Warinussy selaku penasehat hukum para terdakwa tersebut, mengatakan, ketua majeis hakim menunda persidangan karena koneksi internet terutama di wilayah Mako Brimob sedang ‘down’ atau buruk. Sehingga lanjutan sidang terpaksa harus ditunda dan akan digelar kembali pada dua hari mendatang.

“Jadi setelah kami menunggu selama lebih dari lima jam, mulai jam 10 pagi baru dapat kepastian bahwa sidang ketiga klien kami tersebut ditunda. Padahal sesuai rencana, sidang hari ini adalah pemeriksaan ahli,” kata Warinussy dengan nada kecewa.

Sesuai berkas perkara para terdakwa, sedikitnya ada tiga orang ahli yang bakal dihadirkan oleh Penuntut umum yakni Prof.H.M.Said Karim, Wahyu Wibowo dan M.Cakra Hasta. Mereka diketahui ahli dalam bidang ilmu hukum pidana, ahli bahasa indonesia, dan ahli bidang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Perlu diketahui, bahwa Erik Aliknoe, Pende Mirin dan Yunus Aliknoe sejak awal ditetapkan sebagai tersangka oleh tim penyidik Reskrimum Polda Papua Barat pasca aksi demo tolak rasisme yang berlokasi di Jalan Gunung Salju Amban, Manokwari Barat.

Mereka diduga sebagai penyebab utama timbulnya anarkisme massa dalam rangkaian aksi demo damai mahasiswa pada tanggal 3, 6 dan 11 September 2019 lalu yang menyebabkan seorang pejabat terluka.

Atas perbuatan tersebut, mereka didakwa menyalahi Pasal 106 KUHP tentang Makar, Pasal 110 KUHP jo Pasal 106 tentang Pemufakatan Jahat, Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan dan Pasal 212 KUHP jo Pasal 213 KUHP tentang Kekerasan Terhadap Abdi Negara yang sedang bertugas.(PB13)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.