Jaga Sinergitas, TNI/Polri Adu Tembak

MANOKWARI, papuabaratnews.co Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polisi Republik Indonesia (Polri) diharapkan selalu mampu menjaga sinergitas, soliditas dan kekompakan untuk memberikan rasa aman dan nyaman ditengah-tengah masyarakat, demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.

“Kegiatan ini merupakan wujud sinergitas dan kekompakan, TNI – Polri solid Kamtibmas kondusif, masyarakat semakin produktif. Kegiatan ini sekaligus untuk memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke – 75,” kata Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Barat Inspektur Jenderal Tornagogo Sihombing, saat membuka pertandingan menembak antara TNI – Polri di Lapangan Tembak Adhu Pradana Polda Papua Barat, Selasa (8/9/2020).

Menurut Kapolda, kekompakan dan soliditas antara TNI – Polri di Papua Barat tak perlu diragukan lagi. Harmonisasi itu diharapkan mampu terpelihara, terjaga dari yang sudah baik sebelumnya, menjadi lebih baik dan semakin baik lagi

“Kita harus bisa menjaga kekompakan dan soliditas ini. Dari yang sudah baik menjadi semakin baik, karena kita diharapkan untuk bisa mendisiplinkan masyarakat. Kalau kita tidak kompak dan mampu mendisiplinkan diri sendiri, bagaimana mungkin bisa disiplinkan masyarakat,” kata Kapolda.

Adu Tembak

Usai memberikan sambutan, lomba menembak yang tergelar di lapangan Adhu Pradana pun dimulai. Sedikitnya, ada 25 peserta terdiri dari prajurit TNI Angkatan Darat dan Angkatan Laut serta angota Polri meramaikan kegiatan tersebut. Adu tembak itu terbagi menjadi dua kategori, yakni jarak 20 meter untuk Pistol dan 100 meter buat senapan laras panjang.

Untuk jarak tembak 20 meter, tiap peserta diperbolehkan untuk memilih Pistol jenis G2 Combat atau Elite. Sebagai pelaksanaan sebelum menembak, masing-masing peserta lomba diberi lima butir peluru kaliber Kal 9 mm dengan satu sikap tembak berdiri. Target bidik ialah lesan senapan (lingkaran hitam) dan plat persegi.

Sementara, untuk jarak tembak 100 meter, masing-masing peserta diberi senapan serbu jenis SS2 – V1 atau V2, dengan lima butir peluru kaliber Kal 5,56 mm dalam magasen. Berbeda dengan jarak 20 meter, dijarak ini peserta diperbolehkan untuk menggunakan senapan serbu sendiri, namun tetap dengan jenis yang sama.

Sebelum menembak, para peserta pun dibebaskan untuk memilih sikap tembak, tiga sikap yang ditentukan ialah berdiri, berlutut atau duduk, dan sikap tiarap. Dengan target yang sama, tiap peserta diharuskan menyelesaikan tembakan dalam waktu kurang dari satu menit tanpa bantuan alat bidik atau scope (lensa teleskopik). (PB13)

***Artikel ini Telah terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 9 September 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: