InforialPOLITIK & HUKUM

Kapolda Papua Barat ‘Warning’ Penambang Ilegal

MANOKWARI, PB News – Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat Inspektur Jenderal Tornagogo Sihombing, memperingatkan para penambang ilegal untuk segera menghentikan seluruh aktivitas pertambangannya yang kini mungkin masih beroperasi. Sebab, ditahun ini, jajarannya akan lebih konsen pada penindakan kasus kejahatan lingkungan.

“Saya ingatkan, sebaiknya dihentikan. Saya tidak main-main dengan kasus kejahatan lingkungan. Akhir-akhir ini, aktivitas penambangan liar yang terjadi di Papua Barat sudah terlalu banyak, meraup kekayaan alam tanpa mempedulikan kelestarian lingkungan dan masyarakat setempat,” kata Tornagogo di Manokwari, belum lama ini.

Dijelaskannya, operasi secara komprehensif akan dilakukan pihaknya karena telah menjadi agenda prioritas Polda Papua Barat tahun 2021. Seperti penindakan sebelumnya, penegakan hukum terhadap para pelaku kejahatan lingkungan bukan hanya dilakukan kepada para penambang atau pekerjanya saja, tetapi juga para pemodal.

“Tahun 2021 ini tahun pemberantasan total tambang ilegal. Tahun kemarin, kita berhasil menangkap pelaku yang merupakan pemodal. Kita tangkap di Sulawesi Selatan berdasarkan pengembangan dari pelaku AG, AR, AS, RS, FL dan HA,” ujar Tornagogo. “Tahun ini, kita akan lebih konsen lagi. Fokus kita adalah kejahatan lingkungan,” katanya lagi.

 

Upayakan helikopter

Kapolda Papua Barat telah mengumumkan rencana penindakan atau pemberantasan kasus-kasus kejahatan lingkungan secara komprehensif, untuk dapat mewujudkannya, Tornagogo tengah mengupayakan kendaraan udara berupa Helikopter untuk dapat dimiliki jajarannya sebagai penunjang tugas operasional mengamankan wilayah Papua Barat.

“Kita sudah usulkan sejak tahun lalu ke Mabes Polri agar Polda Papua Barat dapat dibantu pengadaan Helikopter, tetapi belum dikabulkan. Tahun ini kita coba lagi, kita buat permohonan agar dapat bantuan Helikopter untuk mendukung operasional,” kata Tornagogo.

Menurutnya, Polda Papua Barat memiliki wilayah hukum yang cukup luas, sebagiannya bahkan belum terjangkau transportasi darat maupun laut, dan dalam penanganan hukum secara komprehensif, terutama terhadap kejahatan lingkungan; ilegal mining atau tambang tak berijin, ilegas fishing maupun ilegal logging, tentunya dibutuhkan sarana memadai.

Apalagi, lanjut Tornagogo, kebanyakan kejahatan lingkungan terjadi pada kawasan-kawasan yang sulit dijangkau, seperti halnya kasus penambangan emas Ilegal yang diungkap jajarannya beberapa waktu lalu. Medan yang ditempuh sangat sulit, sehingga permintaan bantuan Helikopter kepada Mabes Polri, bukanlah hal yang berlebihan.

“Kita memang harus punya Helikopter untuk melakukan pengawasan (patroli udara), dan itu sedang diupayakan. Sementara ini, menyikapi kejahatan lingkungan yang terjadi, kita akan lebih meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait, seperti Kodam XVIII/Kasuari,” kata Tornagogo. (PB13)

[Berita ini telah terbit di harian Papua Barat News edisi Selasa 5 Januari 2021]

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.