Kasus Cek Fiktif, Kemungkinan Korban Penipuan Bertambah

MANOKWARI – Kasus penipuan berkedok cek fiktif senilai Rp1 miliar dengan tersangka EF wanita berusia 56 tahun, terus bergulir. EF ditangkap lantaran menggunakan cek fiktif untuk meraib uang Rp250 juta dari dua orang korban, yakni OA dan AS.

Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Manokwari telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi. Kemungkinan, jumlah korban penipuan akan bertambah satu orang. Namun, polisi masih melakukan pengumpulan bukti tambahan guna mengungkap kasus tersebut secara tuntas.

“Motifnya itu, tersangka mengatasnamakan Pendeta. Kemungkinan ada korban lain lagi,” ucap Kepala Satreskrim Polres Manokwari melalui Kepala Unit Pidana Umum, AIPDA Presly Nahuway, saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya, Senin (28/3/2022) siang.

Ia menjelaskan, tersangka EF tidak memiliki keluarga di Manokwari. Kedatangannya semata-mata melancarkan aksi penipuan dengan modus cek fiktif untuk membantu pemugaran situs bersejarah Otto Gaeisler dan kegiatan keagamaan lainnya.

“Uang penipuan sudah habis digunakan tersangka. Katanya ada bisnis bahan makanan dari Jayapura ke Pegunungan Bintang,” jelas Presly.

Sebagai informasi, tersangka EF ditangkap oleh Tim Avatar Satreskrim di salah satu hotel di Manokwari, pada 14 Maret 2022, sekitar pukul 23.40 WIT.

Kasat Reskrim Polres Manokwari IPTU Arifal Utama, menjelaskan, tersangka berpura-pura memberikan bantuan pemugaran situs bersejarah Otto dan Gaeisler kepada jemaat gereja.

Kemudian, tersangka berkomunikasi dengan korban pertama berinisial OA untuk meminjamkan uang senilai Rp50 juta. Namun, korban enggan memberikan pinjaman. Tak hilang akal, tersangka kembali menemui korban dengan modus menyerahkan cek fiktif untuk dicairkan korban pada 20 Februari 2022. Dengan segala bujuk rayuan, tersangka berhasil mendapatkan uang Rp200 juta dari korban.

“Berikan cek makanya korban percaya. Tapi pas cek ke bank, ternyata cek itu kosong,” jelas Arifal.

Selain itu, tersangka juga melancarkan modus penipuan terhadap korban kedua berinisial AS. Kerugian yang dialami korban kedua sebanyak Rp50 juta. Sehingga total uang yang berhasil digasak pelaku dari dua korban sebanyak Rp250 juta.

Merasa dirugikan, korban OA langsung membuat laporan polisi dengan nomor : LP/B/171/III/2022/SPKT/Res Manwar/Papua Barat.

Perlu diketahui bahwa, tersangka pernah melakukan hal serupa di Provinsi Papua, sehingga dimasukkan kedalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Papua. Atas tindakan tersebut, tersangka dijerat Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) delik penipuan dengan ancaman pidana penjara selama empat tahun lamanya. (PB15)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: