InforialPOLITIK & HUKUM

Kejaksaan Janji Tuntaskan Lelang Barang Bukti

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Banyak barang sitaan dan barang hasil rampasan negara pada tataran Kejaksaan Negeri (Kejari) di Papua Barat yang mengendap dan tak kunjung dilakukan pelelangan. Hasil inventarisir Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat, barang bukti bernilai ratusan miliar rupiah itu, ada yang telah bekekuatan hukum tetap (incrah) sejak 2015 silam.

“Kejari Manokwari sudah lelang Emas, laku terjual Rp1 miliar lebih. Waktu kami inventarisir kembali, ternyata masih banyak barang bukti yang putusannya sudah incrah, tetapi barangnya belum juga dilelang, bahkan ada putusan tahun 2015, jajaran Kejari harus menuntaskan itu,” kata Wakil Kepala Kejati Papua Barat Witono kepada wartawan di Manokwari, Selasa (19/1/2021).

Dijelaskannya, negara sangat membutuhkan biaya terutama dalam situasi pandemi Covid – 19. Untuk menutupi pengeluaran, Kejaksaan Agung telah menginstruksikan agar pemasukan negara dapat dimaksimalkan melalui lelang barang bukti hasil sitaan maupun hasil rampasan, baik dari tindak pidana Korupsi maupun perkara lainnya.

“Di Papua Barat, total barang bukti yang harus dilelang mencapai ratusan miliar, bukan saja di Kejari Manowari, tapi juga jajaran Kejari Fakfak, Sorong, Kaimana dan Bintuni masih ada yang incrah tetapi belum dilelang,” ujar Witono. “Proses lelang itu akan kita kawal. Saya pastikan dalam waktu tiga bulan kedepan, semua pelelangannya tuntas,” katanya lagi.

Sementara, Kepala Kejari Manokwari Damly Rowelcis mengakui, bahwa lembaga yang dipimpinnya saat ini tidak pernah melakukan pelelangan barang bukti yang telah berkekuatan hukum tetap. Bahkan Kejari Manokwari cukup stagnan selama hampir lima tahun belakangan ini.

Meski tak mengungkap alasannya, namun kegiatan pelelangan barang bukti di internal Kejari Manokwari akan dibenahi. Komitmen restorasi kinerja dilakukan.demi mengembalikan kepercayaan publik dan pengabdian kepada negara dalam tugas fungsi Kejaksaan sebagai lembaga eksekutor terhadap putusan pengadilan.

“Masih banyak barang bukti sitaan dan rampasan di Kejari Manowari yang belum dilelang untuk negara, seperti kayu dalam perkara Illegal Loging, aset rumah pribadi, Rumah Toko (Ruko), tanah maupun berbagai kendaraan mewah. Saya pastikan ini semua akan dilelang untuk Negara,” kata Rowelcis. (PB13)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 20 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.