InforialPOLITIK & HUKUM

Kejari Manokwari Soroti Pengelolaan Dana Covid-19

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari terus menyoroti penggunaan dana penanggulangan Covid – 19 pada tiga kabupaten, yaitu Manokwari, Teluk Wondama, Manokwari Selatan (Mansel) dan termasuk Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf).

“Empat kabupaten itu adalah wilayah hukum kami, dan sejauh ini belum ada laporan yang mengindikasikan penyimpangan dana penanggulangan Covid – 19 maupun dana Bantuan Lansung Tunai (BLT), tetapi itu baru diatas kertas ya. Progress dilapangan belum kami cek,” kata Kepala Kejari Manokwari Damly Rowelcis di Manokwari, Kamis (14/1/2021).

Ditemui di ruang kerjanya, Rowelcis mengungkapkan, bahwa pihaknya selalu meminta laporan pertanggung jawaban penggunaan dana penanggulangan maupun BLT kepada Satgas Covid-19, setiap dua kali dalam sebulan.

Semua estimasi pengeluaran dan dokumentasi yang telah terlampir itu, kemudian dilaporkan kepada pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat, untuk kemudian diteruskan ke Kejaksaan Agung (Kejagung)  di Jakarta.

Kendati demikian, mantan Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) pada Kejati Kalimantan Timur itu, enggan merincikan berapa nominal realisasi anggaran yang telah terserap untuk penanggulangan Covid-19 maupun BLT bagi warga kurang mampu terdampak ekonomi akibat pembatasan sosial.

“Berapa-berapa itu materi ya, pastinya terus kita soroti penggunaannya. Data terakhir yang kita input masih pada Bulan Desember lalu. Untuk Januari ini belum dilakukan, karena bantuan masih berjalan,” ujar Rowelcis.

“Sejauh ini memang masih aman, aman bukan berarti tidak ada. Setiap pengelolaan dana memiliki mata anggaran, dan itu akan kita kroscek nanti,” katanya lagi. (PB13)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 15 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.