POLITIK & HUKUM

Keluarga Anike Ajami Minta Ganti Rugi Adat 5 Miliar

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Keluarga Anike Ajami korban meninggal di Kampung Mulyono, Kelurahan Amban, Distrik Manokwari Barat, Senin (1/3/2021), meminta agar proses penyelesaian adat segera ditempuh sehingga tidak menimbulkan masalah baru.

Elieser Ajami ayah korban mengatakan pihak keluarga meminta agar proses adat dilakukan untuk segera menyelesaikan masalah meninggalnya Anike Ajami dengan AS, suami korban. Menurutnya penyelesaian adat merupakan permintaan seluruh keluarga.

“Kami meminta agar proses penyelesaian adat segera dilakukan antara kami dengan suami almarhumah,” ujarnya di Manokwari, Selasa (2/3/2021).

Elieser menyebutkan penyelesaian adat meliputi denda ganti rugi sebesar Rp5 miliar ditambah 1 unit mobil hilux dan 1 ekor sapi kepada pihak keluarga. Denda ganti rugi itu merupakan permintaan keluarga sebagai bentuk kesedihan atas meninggalnya korban.

Dia menambahkan atas kesepakatan keluarga jenasah Anike disemayamkan di Swapen Manokwari untuk selanjutnya dimakamkan di Kampung Akrim, Distrik Kebar Timur, Kabupaten Tambrauw, Rabu (3/3/2021).

Senada, Zet Ernes Ajami adik korban mengaku tuntutan denda adat yang diminta keluarga sepadan dengan rasa kehilangan keluarga besar Ajami. Karena itu dia berharap AS bertanggung jawab. “Tuntutan keluarga ini harus segera diselesaikan,” tukasnya.

Zet menambahkan terkait langkah hukum melalui aparat kepolisian diserahkan sepenuhnya kepada keputusan keluarga. Proses hukum dapat dilakukan namun pihak keluarga memilih penyelesaian secara adat terlebih dahulu. Penyelesaian adat harus dilakukan agar tidak memicu masalah lain di kemudian hari.

“Setelah pemakaman kakak, kami harus duduk adat untuk menyelesaikan masalah ini secara tuntas,” katanya.

Sementara, Kepala Kepolisian Sektor Amban, Iptu Barong Limbong yang ditemui media ini membenarkan bahwa proses penyelesaian kasus meninggalnya Anike Ajami ditempuh secara adat. Pihak keluarga menuntut denda adat kepada suami korban.

“Dari hasil pembicaraan keluarga korban meminta agar menempuh jalur adat dahulu,” jelasnya.

Kapolsek menuturkan visum terhadap korban telah dilakukan oleh pihak RSUD Manokwari. Selanjutnya hasil visum akan dibuka oleh pihak kepolisian untuk kepentingan penyelidikan. Namun dia menegaskan masalah ini telah diambil alih Polres Manokwari. “Visum kemarin telah diambil atas permintaan dari Polres Manokwari,” pungkasnya.

Informasi yang diterima Papua Barat News, Pemerintah Daerah Kabupaten Tambrauw telah memberikan bantuan dana untuk transportasi dan pemakaman. (PB22)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 3 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.