KNPI Papua Barat : Kasus Dugaan Rasisme Terhadap Natalius Pigai pasti Tuntas

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Wakil Ketua Bidang Organisasi Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Papua Barat Thomas Jefferson Baru, memastikan bahwa kasus dugaan rasisme terhadap mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai, sampai ke pengadilan. Hal itu diketahuinya berdasarkan informasi dari penyidik Mabes Polri.

“Saya bersama rekan dari KNPI beberapa hari lalu dipanggil penyidik Mabes Polri untuk memberikan keterangan sebagai pelapor dan saksi. Keterangan sudah kami berikan, dan kata penyidik, dalam bulan ini, Ambroncius Nababan akan dilimpahkan ke Kejaksaan,” kata Thomas saat ditemui Papua Barat News, Rabu (10/2/2021) di Manokwari.

Thomas menjelaskan, bahwa dengan dilimpahkannya tersangka Ambroncius Nababan ke Kejaksaan nanti, maka dapat dipastikan dalam waktu yang tidak terlalu lama, tersangka akan mulai menjalani persidangan. Menurutnya, informasi tersebut perlu untuk diketahui publik Papua Barat, bahwa inilah proses pengawalan yang dilakukan oleh KNPI.

“Ambroncius Nababan telah ditetapkan tersangka dan ditahan terkait kasus dugaan rasisme atas laporan DPD KNPI Papua Barat. Inilah proses pengawalan yang dilakukan KNPI, tinggal nanti kita ikuti alurnya persidangannya. Kasusnya pasti tuntas” ujar Thomas. “Terimakasih kepada pihak Kepolisian (Polda Papua Barat dan Mabes Polri) karena telah merespon cepat laporan kami,” katanya lagi.

Ambroncius Nababan diproses hukum atas dugaan kasus rasisme melalui postingannya di akun media sosial Facebook. Dalam postingannya itu, Ambroncius menyandingkan foto Natalius Pigai dengan seekor primata Gorila. Terdapat pula tulisan dalam gambar dan mengarah ke tindakan rasisme.

Merespon perbuatan tersebut, KNPI Papua Barat membuat Laporan Polisi di Polda Papua Barat pada Senin 25 Januari lalu. Laporan itu pun ditindak lanjuti oleh Mabes Polri. Tiga hari berselang, Ambroncius Nababan ditahan di Mabes Polri sebagai tersangka kasus dugaan rasialisme.

Ambroncius Nababan dikenakan Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 16 jo Pasal 4 huruf B ayat (1) Undang-undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Selain itu, Ambroncius juga dijerat Pasal 156 KUHPidana, dengan ancaman hukuman diatas lima tahun.

Akun Facebook pribadi miliki politikus Hanura itu memang sudah dihapus, namun jejak digital tentang penghinaan terhadap Natalius Pigai masih tersebar luas diberbagai media sosial. (PB13)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 11 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: