InforialPOLITIK & HUKUM

Korupsi Kesbangpol Mansel, Jaksa Harus Profesional dan Transparan

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Penyidik pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari diingatkan untuk bekerja profesional namun juga transparan dalam menangani sejumlah kasus tindak pidana korupsi, terutama kasus dana hibah Keagamaan bernilai lebih dari Rp700 juta yang menyeret seorang pejabat pada Kesbangpol Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), berinisial PS.

Rustam selaku praktisi hukum kepada Papua Barat News, Rabu (20/1/2021), mengatakan, PS yang pernah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut, menjadi pegangan kuat bagi penyidik untuk melanjutkan penyidikan hingga ke persidangan. Apalagi, PS dalam kasus ini telah berbohong dan tidak menunjukan itikad baik.

“Kejaksaan sebelumnya sudah limpahkan ke APIP-Inspektorat Mansel untuk diselesaikan kerugian negara. Ternyata PS tidak beritikad baik, dia tidak kembalikan kerugian, dan bahkan tidak pernah memenuhi panggilan jaksa. Untuk.itu, jaksa harus profesional, dengan mlanjutkan perkara,” kata salah satu advokat senior di Papua Barat itu.

Menurut Rustam, semakin ditunda penanganan kasus tersebut justru menimbulkan kecurigaan publik. Sebab, PS sudah pernah ditetapkan tersangka, namun perkaranya tak kunjung tuntas hingga berkekuatan hukum tetap (incrah).

“Kalau memang penanganan di APIP sudah selesai dan tidak ada penyelesaian, baiknya penanganan perkara segera dilanjutkan, agar ada kepastian hukum, dan publik pun tidak berasumsi negatif terhadap Kejaksaan,” ujar Rustam.

Terpisah,  Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Manokwari  I Made Pasek Budiawan mengungkap, bahwa pihaknya tak memusingkan perihal asumsi publik terhadap Kejaksaan. Sebab, Ia meyakini penanganan kasus tersebut tetap akan diproses tuntas hingga dipersidangkan.

“Asumsi publik tak jadi soal, pastinya adalah hasil akhir. Kasus ini pasti akan kita tuntaskan. Penyerahan kembali ke APIP sudah kita lakukan sejak April 2020 lalu. Bulan ini, Inspektorat akan sampaikan sejauh mana hasil mereka. Setelah itu, kita bertindak,” kata Budiawan.

Selain meyakinkan kelanjutan penuntasan penyidikan kasus tersebut, Budiawan juga mengingatkan kepada PS agar bisa kooperatif memenuhi panggilan jaksa, terutama selama dalam pemeriksaan.

“Perkara ini memang sudah berlarut-larut, jadi PS baiknya kooperatif selama kami masih mau bersikap lembut. Penuhi panggilan kami atau dijemput paksa,” kata Budiawan. (PB13)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 21 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.