InforialPOLITIK & HUKUM

Negoisasi Aparat Berhasil Buka Blokade Jalan di Manokwari

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Aksi pemalangan jalan kembali terjadi di Manokwari. Kali ini puluhan warga Fanindi Pantai memblokade Jalan Yos Sudarso Manokwari, tepatnya di depan Swiss-Belhotel Manokwari, Senin (1/2/2021).

Akibat aksi blokade itu, arus lalu lintas di ruas jalan itu sempat terganggu selama dua jam. Aksi blokade jalan itu pun berakhir, setelah aparat melakukan negoisasi dengan warga.

Pemalangan jalan itu merupakan buntut dari dianiayanya seorang warga Fanindi Pantai bernama Tomy Ayorbaba. Warga menduga korban dianiaya oleh oknum TNI. Mereka menuntut oknum yang bersangkutan untuk bertanggung jawab.

Dandim 1801/Manokwari Kolonel Arm Airlangga menjelaskan kronologis kejadian, bahwa sebenarnya korban telah ditemukan tergeletak di pojokan jalan depan Makodim, tepatnya dekat Gereja Katolik Santo Agustinus Manokwari. Korban ditemukan oleh anggota yang saat itu sedang melaksanakan patroli rutin di pos penjagaan.

“Korban itu ditemukan tergeletak, karena itu anggota Patroli berinisiatif mengantar pulang. Sesampainya di rumah, mereka disambut baik oleh pihak keluarga. Ini jangan dibalik, kita yang membantu malah dibilang pelaku, tidak usah buat cerita yang tidak benar,” kata Airlangga saat dikonfirmasi Papua Barat News.

Secara terpisah, Danramil Saukorem Kapten Inf. Thesia menegaskan, jika pihaknya telah menyelidiki kejadian tersebut, dan dapat dipastikan bahwa korban tidak dianiaya oleh oknum anggota TNI Angkatan Darat.

“Sekali lagi, korban itu ditemukan tergeletak, anggota melihat dan mau menolong juga salah-salah, takut dituduh. Terpaksa ada beberapa anggota yang mengantar pulang sampai di rumah,” ujar Thesia.

“Isu yang berkembang korban dipukul oknum tentara itu tidak benar. Kami, TNI hadir untuk rakyat, tidak mungkin melakukan hal seperti itu,” katanya lagi.

Di sisi lain, menurut Thesia, apapun asumsi masyarakat terhadap kasus ini, seharusnya tidak sampai melakukan aksi pemalangan. Sebab, jawaban yang paling mungkin bisa dipercaya ialah pengakuan korban terkait kronologis kejadian.

Sementara, Markus Yenu selaku tokoh pemuda yang juga kerabat korban, menilai, aksi pemalangan jalan tersebut merupakan respon warga atas lambannya penanganan kasus penganiayaan yang dialami oleh korban.

“Kejadian ini jadi pelajaran bagi semua pihak. Namun sekarang, intinya adalah bagaimana korban mendapat perawatan dan segera pulih, sehingga urusan pelaku dan lainnya itu, dapat diserahkan kepada aparat keamanan,” kata Yenu.

Dalam negoisasi itu, warga sepakat membuka pakanh sekira Pukul 17.00 WIT. Sedangkan korban, saat ini sedang dalam perawatan medis di RSUD Manokwari. (PB13)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 2 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.