InforialPOLITIK & HUKUM

Panglima Komando Armada III Kunker ke Fasharkan Manokwari

MANOKWARI, PB News – Empat kesatuan baru yakni Divisi Infanteri 3/Kostrad, Komando Armada (Koarmada) III TNI AL, Pasmar 3 Korps Marinir TNI AL dan Komando Operasi Angkatan Udara (Koopsau) III telah diresmikan oleh Panglima TNI  Marsekal Hadi Tjahjanto di Mako Armada III Sorong pada Jumat (11/5/2018).

Untuk itu, Panglima Komando Armada III Laksda TNI I Nyoman Gede Ariawan, SE, MM dalam kunjungan kerja (Kunker) dan sosialisasi ke Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan Kapal Perang (Fasharkan) TNI Angkatan Laut Manokwari, Jumat (29/6/2018), menjelaskan, keempat kesatuan baru itu merupakan formulasi efektif dalam menghadapi berbagai ancaman dan menjaga luas wilayah timur Indonesia melalui operasi militer, guna melindungi perbatasan negara.

“Sekarang di Tanah Papua ini sudah berdiri Komando Armada III yang berkedudukan di Sorong. Dan upaya pembentukan ini sudah direncanakan sejak tahun 2018, tapi dalam program kerja 100 hari Panglima TNI diagendakan untuk dilaksanakan peresmian,” ujar dia saat dikonfirmasi Papua Barat News.

Selain itu, dia juga menyampaikan bahwa sesuai dengan Peraturan Kasal (Perkasal) Nomor 9 Tahun 2018 tentang TNI AL mengalihkan fungsi pembinaan Fasharkan Manokwari dari Lantamal X Jayapura ke Lantamal XIV Sorong. Dengan adanya pengalihan fungsi itu, secara otomatis segala administrasi dan tanggung jawab fungsi Fasharkan Manokwari menjadi kewenangan Lantamal XIV Sorong.

I Nyoman menuturkan, Fasharkan Manokwari harus mampu memberikan dukungan kepada persiapan satuan operasional TNI AL  guna mengoptimalkan perbaikan serta pemeliharaan unsur-unsur Kapal Republik Indonesia (KRI), khususnya alat utama sistem persenjataan (alutsista) di wilayah kerja Komando Armada III.

“Wilayah kerjanya itu mulai dari Morotai Maluku Utara, Maluku, Ambon sampai ke wilayah Papua dan perbatasan dengan Papua Nugini,” terang dia.

Dirinya pun mengimbau kepada pihak Fasharkan agar dapat mengimplementasikan manajemen modern, sehingga bisa menangani seluruh kegiatan pemeliharaan dan perbaikan untuk mempertahankan KRI seoptimal mungkin. Fasharkan juga diminta agar dapat memenuhi syarat antara lain memiliki sarana dan prasrana yang lengkap baik untuk pemeliharaan dan perbaikan kapal sesuai jenis, tingkat teknologi dan lingkup pekerjaan pemeliharaan, memiliki prosedur serta mekanisme kerja yang sederhana namun tetap dalam pengendalian pengawasan, memiliki tingkat kesejahteraan personil yang memadai, mempunyai jumlah personil yang berkualitas dari segi kualifikasi sesuai dengan bidang pekerjaan.

“Manfaatkan potensi-potensi sebagai kekuatan di bidang maritim dan kehutanan yang berhubungan dengan fungsi Fasharkan. Gunakan peralatan yang terbatas untuk hasil yang maksimal,” tutur I Nyoman Gede.

Dia pun menjelaskan, visi dari Panglima Komando Armada III adalah terwujudnya Armada III sebagai penegak kedaulatan laut di wilayah perairan di Indonesia Timur perlu didukung dengan personil yang profesional, militansi, disiplin tinggi, serta kesehatan jasmani rohani yang prima. Sedangkan misinya adalah melahirkan prajurit Komando Armada III yang profesional, memiliki jati diri, selalu meningkatkan kesiap siagaan sebagai kekuatan armada kapan pun dibutuhkan.

Sebagai informasi, setelah melakukan sosialisasi di Aula Fasharkan, Panglima Komando Armada III juga melakukan kunjungan ke Kantor Gubernur Provinsi Papua Barat, Kodam XVIII/Kasuari dan Polda Papua Barat.(PB15)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.