InforialPOLITIK & HUKUM

Penyelesaian Kasus Capai 60 Persen

MANOKWARI, papuabaratnews.co Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua Barat mengungkapkan, penyelesaian perkara yang diadukan oleh masyarakat melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) sejak Januari 2020 telah mencapai 52 persen dari target rencana kerja selama satu tahun yakni 60 persen.

“Terkait dengan laporan-laporan masyarakat yang masuk ke SPKT. Kita akan pacu terus sampai akhir tahun,” ujar Direktur Reskrimum Polda Papua Barat, AKBP Ilham Saparona, saat dikonfirmasi sejumlah awak media di Mapolda, Selasa (23/6/2020).

Dia menerangkan, pencapaian target tersebut jauh lebih baik ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menjadi tantangan pihak kepolisian dalam menjawab kualitas pelayanan publik sesuai ekspektasi masyarakat di wilayah setempat.

“Bagaimana kita menindaklanjuti penyelesaian perkara,” terang dia.

Ia menjelaskan, penyelesaian perkara dimaksud adalah kasus yang telah dilimpahkan ke Kejaksaaan untuk disidangkan (tahap dua) dan juga restorasi justice karena ada kesepkatan dua  belapihak.

“Restorasi justice itu hanya berlaku pada status penyelidikan,” ucap Ilham.

Beberapa waktu lalu kasus yang menjadi atensi kepolisian di Kabupaten Manokwari ketika dunia sedang dilanda pandemi Coronavirus Disease (Covid-19), adalah kriminalitas dengan kekerasan di jalan raya atau begal. Persoalan ini sempat mendapat sorotan publik lantaran di Kota Manokwari sebagai Ibu Kota Provinsi Papua Barat terdapat sejumlah markas aparat keamanan seperti Polda Papua Barat, Polres Manokwari, Kodam IVIII/Kasuari dan Kodim 1801 Manokwari.

“Ada sejumlah kasus begal di Polres Manokwari karena cenderung wilayahnya Polres itu sudah sekitar 16 pelaku sudah berhasil diungkap,” tutur dia.

“Pelaku yang lain masih terus dikembangkan,” kata dia lagi. (PB15)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.