Petrus Makbon : Demi Keadilan, Seret Semua yang Terlibat

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Menyikapi aksi massa yang terjadi pada Selasa 23 Maret lalu, Kepala Suku Biak di Manokwari (Mananwir Bar Mnukwar) Petrus Makbon mengimbau seluruh kelompok masyarakat agar tidak kembali melakukan aksi berujung pada pengrusakan.

“Imbauan dari dewan adat Biak, khusus untuk keluarga besar Biak, protes boleh saja tapi aksi damai. Karena kalau sampai ada aksi anarkis dalam bentuk pengrusakan, itu hanya akan merugikan diri sendiri,” kata Makbon saat ditemui Papua Barat News di kediamannya, Manokwari, Rabu (23/3/2021).

Makbon menjelaskan, insiden penikaman tersebut sedang dalam penyelesaian dewan adat. Pria kelahiran Manokwari 60 tahun silam itu, meminta kepada seluruh kerabat maupun sanak famili agar tetap bersabar. Sebab, selain dewan adat, pihak Kepolisian pun sedang memproses tindak kriminal tersebut.

“Percayakan kepada kami, Mananwir-mananwir yang sedang menyelesaikan persoalan ini. Pihak Kepolisian pun demikian, mereka sedang memproses insiden ini. Jadi semua berjalan, secara adat iya, dan secara hukum (negara) juga berjalan,” kata Makbon.

Selain itu, lanjut Makbon, pelaku dalam tindak kriminal yang menewaskan DW dan HS seyogianya berjumlah lebih dari satu orang. Sebab, menurut Ketua Yayasan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari itu, tidak mungkin satu orang dapat mengalahkan dua orang sekaligus tanpa adanya bantuan pihak atau orang lain (terlibat).

“Pelaku tidak mungkin berjumlah satu orang, tidak mungkin satu orang itu melawan dua orang dengan postur tubuh sebesar itu. Tidak mungkin,” ujar Makbon.

“Demi keadilan, seret semua yang terlibat dalam insiden itu. Ini demi memberikan rasa percaya kepada Kepolisian, dan keadilan bagi para keluarga korban,” katanya lagi.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Papua Barat beserta jajarannya telah mengamankan pelaku penikaman yang menewaskan DW (40) dan HS (35). Pelaku berinisial AA (22), sementara ditetapkan sebagai tersangka tunggal dan kini tengah diamankan di Rutan Polda Papua Barat.

DW dan HS tewas pada Selasa dini hari. DW menghembuskan bafas terakhir di Rumkital setelah sempat dievakuasi oleh Kepolisian. Sementara, HS tewas ditempat kejadian, yakni di halaman mess ladies milik salah satu tempat karaoke di Jalan  Trikora Wosi. Bersenjatakan sebilah pisau (badik), AA nekat menghabisi nyawa korban lantaran tersinggung ucapan korban yang terkesan merendahkan.

“Pelaku ditangkap tim gabungan di kediamannya, tanpa perlawanan. AA diamankan beserta barang bukti berupa senjata tajam jenis badik,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua Barat Komisaris Besar Ilham Saparona.

Saparona menjelaskan, sementara ini AA ditetapkan sebagai tersangka tunggal berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), dan keterangan lima orang saksi yang melihat langsung insiden penikaman tersebut. Para saksi merupakan pekerja karaoke itu.

“Sementara ini tersangkanya satu orang, tetapi penyelidikan dan penyidikan masih berlanjut. Warga Manokwari tetap tenang, bantu jaga Kamtibmas tetap kondusif. Beri kepercayaan kepada institusi Polri dalam penuntasan kasus ini,” kata Saparona.

Terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua Barat Komisaris Besar Adam Erwindi menerangkan, bahwa insiden penikaman yang dilakukan oleh AA terhadap kedua korban, berawal dari adu argumen diantara mereka. Namun, AA yang yang kesal dan tersinggung dengan ungkapan para korban, akhirnya nekat melakukan tindak kriminal.

“Kejadian berlangsung pada Selasa dini hari, sekitar Pukul 04.00 WIT. Bermula dari percecokan antara kedua korban dan pelaku di salah satu mess di Jalan Transito Wosi,” ujar Erwindi.

“AA yang tersinggung dengan ucapan para korban, kemudian melakukan tindak kriminal hingga menewaskan korban DW dan HS,” katanya lagi.

Atas perbuatan tersebut, tersangka AA dijerat melanggar Pasal 338 KUHPidana tentang Pembunuhan jo Pasal 351 ayat (3) KUHP, dengan ancaman hukuman pidana 20 tahun penjara. (PB13)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 23 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: