Polisi Amankan Bandar Pemilik 800 Gram Ganja

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Tim Direktorat Reserse dan Narkoba Polda Papua Barat akhirnya berhasil menangkap bandar narkotika jenis ganja, Jumat (27/11/2020), setelah sempat melarikan diri ke wilayah Ransiki Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel). Tersangka berinisial S (43) diamankan beserta barang bukti berupa ganja seberat 800 gram.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Barat AKBP Adam Erwindi mengatakan, tersangka awalnya ditangkap di Pelabuhan Marampa, Jumat tengah malam, namun segera melarikan diri dengan memanfaatkan kelengahan petugas. Tersangka kabur menggunakan mobil, tetapi pada Sabtu dini hari upaya itu berhasil digagalkan.

“Tersangka kabur menggunakan mobilnya dalam keadaan tangan terborgol. Petugas kemudian bergerak cepat dengan membentuk tim, dan berhasil menangkap kembali tersangka di wilayah Ransiki,” kata Erwindi kepada sejumlah wartawan di Markas Polda Papua Barat, Kamis (3/4/2020).

Dijelaskannya, tersangka segera melarikan diri dengan cara memanfaatkan kelengahan petugas. Saat itu, kasus tersebut sedang dalam pengembangan, petugas yang memeriksa kemudian akan buang air kecil, sebentar berbalik tersangka ternyata sudah tidak ada.

Usai kembali ditangkap, lanjut Erwindi, tersangka kemudian langsung diamankan di Markas Polda Papua Barat guna pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan itu diketahui, bahwa tersangka mendapatkan kiriman paket narkotika golongan 1 jenis ganja tersebut, dari temannya yang berinisial VB. Ganja dikirim dari Jayapura Papua menggunakan jalur laut.

“VB sementara masih buron, sudah kita tetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Untuk barang bukti ganja, rencananya akan diedarkan di wilayah Manokwari dan sekitarnya. Satu paketnya dijual seharga Rp1 juta,” kata Erwindi.

Tersangka S adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah lama menjadi Target Operasi (TO) jajaran Direktorat Narkoba Polda Papua Barat. S terkenal licin dan cerdik mengelabui petugas. Polisi cukup mengalami kesulitan dalam mengungkap peredaran ganja jaringan S.

“S merupakan TO yang sudah lama menjadi incaran jajaran pihak narkoba. Dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat membekuk S beserta barang bukti,” ujar Erwindi.

“Beberapa kali penangkapan sebenarnya sudah dilakukan, tetapi selalu lolos terus. Dan baru pada tanggal 27 itu, walau sempat melarikan diri, S berhasil ditangkap,” katanya lagi.

Tersangka S diamankan beserta barang bukti berupa 42 paket ganja seberat 800 gram, satu unit Mobil SUV Toyota Rush warna putih tanpa plat nomor, sebuah Sim Card dan satu unit handphone serta beberapa barang bukti lainnya.

Atas perbuatannya, S disangkakan melanggar Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 111 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara, hukuman mati dan/atau penjara seumur hidup. (PB13)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Jumat 4 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: