Polisi Ringkus Penyebar Hoaks dari Balik Jeruji

MANOKWARI, papuabaratnews.co Masifnya penyebaran hoaks atau berita bohong yang menggunakan media sosial (Medsos) kian mengkhawatirkan. Apabila hal ini tidak diatasi maka, akan memberikan dampak buruk bagi masyarakat yang sebagian besar telah menggunakan platform digital tersebut.

Dari rilis pers yang diterima redaksi papuabaratnews.co , Senin (27/5/2019) malam, Tim Resmob dan Unit Tipidter Sorong Kota berhasil meringkus seorang pelaku penyebar hoaks dari balik jeruji besi alias Lapas Kota Sorong pada Senin, sekitar pukul 15.42 wit. Pelaku dengan inisial MAP (33) itu merupakan narapidana kasus narkoba yang sedang menjalani masa hukuman selama 4 tahun terhitung sejak Juni 2017 silam.

Kepala Polda Papua Barat Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak melalui Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat AKBP Mathias Krey, menerangkan, pelaku menggunakan medsos facebook ikut menyebarkan postingan yang bertuliskan Pembunuh itu bernama Tito Karnavian Kepala Kepolisian Republik Indonesia dan video terputus dimana Kapolri mengatakan Masyarakat boleh ditembak?.

“Pelaku diamankan oleh petugas dari dalam lapas,” kata Mathias.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku berkeyakinan konten yang diposting adalah benar adanya. Tujuannya untuk memprovokasi orang lain melalui facebook agar bersama-sama membenci institusi Polri. Dari tangan pelaku, barang bukti yang telah diamankan adalah satu buah handphone, satu buah sim card, dan dokumen elektronik berupa hasil postingan ujaran kebencian.

“Pelaku gunakan akun dengan nama Pangeran_ozzak,” kata Kabid Humas.

Akibat perbuatan itu, pelaku yang sekaligus masih menjalani hukuman penjara itu dijerat dengan Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (PB15)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: