Lintas PapuaPOLITIK & HUKUM

Razia Balapan Liar Jadi Agenda Rutin Satlantas Polres Manokwari

MANOKWARI – Razia balapan liar yang diselenggarakan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor Manokwari, telah menjadi agenda rutin setiap Sabtu malam atau malam minggu.

Hal ini sebagai bentuk tindakan lanjut dari keluhan masyarakat atas aksi balapan liar di Kota Manokwari.

“Razia balapan liar ini tidak hanya dilakukan ketika ada patroli kepolisian, tapi setiap malam minggu,” ucap Kepala Satlantas Polres Manokwari IPTU Subhan Ohoimas, saat ditemui awak media, Senin (28/3/2022) siang.

Ia menegaskan, aktivitas balapan liar yang marak terjadi tak hanya menganggu pengguna jalan raya lainnya, melainkan masyarakat yang tinggal di sekitaran Jalan Trikora Wosi. Sebab, kendaraan balapan liar tersebut menggunakan knalpot dimodifikasi yang mengeluarkan suara bising berlebihan.

“Beberapa malam minggu sebelumnya, kita sudah lakukan penindakan,” jelas Subhan.

Menurut dia, pelibatan personel dari POM TNI AD dan Sat Brimob Polda Papua Barat dalam kegiatan razia balapan liar memberikan dampak positif. Belakangan, aksi balapan tersebut mulai berkurang. Akan tetapi, patroli balapan liar terus dilakukan pada malam minggu dengan waktu yang tentatif.

“Supaya betul-betul kita antisipasi adanya kegiatan yang membahayakan penggunaan jalan lainnya,” ujar Subhan.

Ia menuturkan, kritikan dari masyarakat terkait razia balapan liar yang belum konsisten akan menjadi atensi Satlantas.

Ke depannya, razia balapan liar semakin diintensifkan dengan pelibatan unsur lainnya. Karena, Satlantas Polres Manokwari masih keterbatasan personel.

“Sehingga, tidak ada lagi kegiatan balapan liar ini di Kota Manokwari,” tutur Subhan.

Upaya menekan aktivitas balapan liar membutuhkan partisipasi dari masyarakat. Satlantas Manokwari sudah menyediakan kanal layanan publik melalui platform media sosial. Apabila masyarakat mengetahui adanya balapan liar, diminta segera menginformasikan guna direspon oleh petugas.

“Ada layanan via facebook dan instagram milik Satlantas Manokwari,” jelas dia.

Menurut dia, ada tiga hal yang diterapkan demi meningkatkan kesadaran pengendara kendaraan bermotor. Pertama, menggunakan pola pendekatan atau sosialisasi kepada komunitas motor terkait dampak negatif balapan liar. Kedua, peningkatan patroli lalu lintas dengan menyasar lokasi yang kerap dijadikan sebagai ajang balap liar. Ketiga, tindakan tilang untuk memberikan efek jera kepada pengendara motor.

“Tilang itu tindakan terakhir. Kami juga sudah mengamankan sejumlah knalpot racing yang nantinya akan dimusnahkan,” pungkas IPTU Subhan Ohoimas. (PB15)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.