POLITIK & HUKUM

RSUD Manokwari Kembali Tersandung Dugaan Kasus Malpraktek

MANOKWARI, PB News – Pihak RSUD Manokwari kembali dilaporkan terkait dugaan  kasus malpraktek. Kali ini, seorang ibu rumah tangga (IRT) yang bernama Elin Novita Sari (36) warga Manokwari melaporkan MW salah satu dokter yang bertugas di RSUD Manokwari lantaran diduga melakukan malpraktek sehingga mengakibatkan kematian anaknya.

Merasa tak puas dengan tindakan pihak RSUD, Elin Novita Sari akhirnya memutuskan membawa kasus tersebut ke rana hukum, yakni dengan melaporkan kasus dugaan malpraktek tersebut ke (SPKT) Polda Papua Barat, dengan nomor STPL/50/III/2018 Rabu (17/3) lalu.

“Saya tidak terima, anak saya diperlalukan seperti itu, masa saya ibunya ko segala tindakannya (dokter, red) selama menjalani proses perawatan saya tidak diberitahu. Tiba-tiba saya datang sudah pasang infus dengan alasan anak saya panas. Yang saya paling sesali kenapa anak saya sudah meninggal ko masih mau rekayasa seakan akan- anak saya masih hidup. Sehingga di depan saya petugas berpura-pura memasang oksigen serta alat stetskop untuk mendeteksi detak jantungnya. Kenapa tidak bilang saja dengan baik baik. Bayangkan dari awal anak saya dirawat sampai meninggal saya sama sekali tidak ketemu dengan dokter untuk konsultasi kondisi kesehatan anak saya, ada apa ini?” ujarnya

Kepada PB News ibu rumah tangga itu menuturkan kronologisnya berawal IRT saat dirinya telah bersalin di RSUD Manokwari pada tanggal 23 Februari lalu, setelah melahirkan sempat menjalani perawatan beberapa hari hingga pada tanggal 26 Elin sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah.

“Saya tanggal 26 itu sudah dinyatakan boleh pulang oleh dokter,” kata Elin

Setelah dirinya sudah diperbolehkan untuk pulang Elin pun dengan senang hati berharap pulang bersama buah hatinya, sayangnya setelah dirinya meminta isin kepada salah satu perawat yang sedang bertugas perawat tersebut tidak mengizinkan buah hatinya agar pulang bersama Elin ibunya, dengan alasan kondisi kesehatan bayi tersebut yang tidak membaik hingga menyarankan kepada Elin agar anaknya tetap penjalani perawatan di RSUD.

Meski dengan rasa berat hati Elin pun memilih pulang sendiri dan menyerahkan buah hatinya untuk tetap dirawat di RSUD.

“Demi kesehatan anak, saya serahkan untuk tetap menjalani perawatan di RSUD. Selain itu, saya juga takut mau bawah pulang anak saya karena perawatat itu bilang sama saya. ibu kalau mau bawa anaknya pulang, dari pihak rumah sakit tidak bertanggung jawab kalau terjadi apa-apa,” ujar Elin meniru perkataan perawat itu.

Usai meminta isin untuk pulang ke rumah, namun sebelumnya Elin diberitahu perawat yang sementara bertugas untuk kembali bertemu dokter pada sore nanti. Elin pun kembali mendatangi ruang tempat anaknya dirawat pada sore hari itu juga. Namun yang membuatnya sedih adalah dia melihat anaknya terbaring tanpa berpakaian dengan kondisi infus dan berbalut pampers.

“Saya kaget melihat kondisi anak saya seperti itu, ko saya tidak diberitahu ya,” ujar Elin singkat.

Tidak puas dengan kondisi itu Elin pun menanyakan keberadaan dokter yang menangani anaknya dengan maksud untuk berkonsultasi lebih lanjut terkait kesehatan anaknya, sayangnya dokter tersebut tak berada ditempat kata salah satu perawat yang sedang bertugas.

“Dokternya tidak ada bu cuman kasih resepnya saja!” ujar Elin meniru petugas.

Meski dengan bimbang bercampur bingun ibu rumah tangga itu memutuskan untuk pulang ke rumah, hingga keesokan harinya Elin dikagetkan dengan kabar kondisi anaknya semakin memburuk dari perawat melalui via telpon, dengan rasa cemas dengan kondisi anaknya pagi itu Elin mendatangi ruang anak RSUD Manokwari tempat dimana anaknya dirawat. Sayangnya bayi itu sudah dalam keadaan tak beryawa. Mirisnya lagi perawat tidak memberitahu dirinya bahwa anak tersebut sudah menghembus napas terkhir.

“Pagi itu saya dihubungi perawat bahwa anak saya sesak, setelah saya datang perawat  tersebut dengan alasan memasang oksigen seakan-akan anak saya belum meninggal padahal sudah meninggal, yang saya sesali kenapa dari awal sampai terakhir anak saya meninggal saya tidak dikonfirmasi sama sekali dari pihak rumah sakit atas semua tindakan yang mereka lakukan kepada anak saya. Dari semua tindakan apa pun yang dilakukan pihak rumah sakit saya tidak diberi tahu, sampai anak saya meninggal pun dokter itu saya tidak pernah ketemu. Ada apa sebenarnya” jelas Elin sambil memeteskan air mata. (PB17)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.