InforialPOLITIK & HUKUM

Salah Tembak, Dua Anggota Polda Papua Barat Diproses Hukum

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Dua personil Direktorat Reserse dan Narkoba Polda Papua Barat harus berurusan dengan hukum. Dua personil itu, yakni R dan D diproses hukum karena salah menembak sasaran. Beruntung tak ada korban jiwa pada insiden tersebut.

Berawal dari operasi penangkapan bandar ganja berinisial S (43). Penangkapan S sendiri terjadi di Pelabuhan Marampa Kabupaten Manokwari pada Jumat malam (27/11/2020). Namun, selang beberapa jam kemudian, tersangka yang berupaya kabur berhasil digagalkan pada keesokan harinya. Tersangka S diamankan pada Sabtu dini hari, di Ransiki wilayah Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel).

“Berawal dari tersangka S yang melarikan diri. Petugas kemudian membentuk dua tim, tetapi tim 2 yang terdiri dari R dan D salah mengira itu mobil yang dikendarai tersangka. D kemudian menembak jendela mobil, atas perintah R,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua Barat AKBP Adam Erwindi kepada sejumlah wartawan, Kamis (3/12/2020).

Dalam Press Conference di Mapolda Papua Barat, Adam Erwindi – berdasarkan versi penyidik- menuturkan, memanfaatkan kelengahan petugas, tersangka S berupaya melarikan diri menggunakan mobil Toyota Rush warna putih. Tersangka melarikan diri dalam keadaan tangan terborgol.

Lanjut Erwindi, petugas kemudian membagi regu menjadi dua tim. R dan D tergabung dalam tim 2 dan melacak tersangka ke arah dalam kota. Sementara tim 1 ke arah sebaliknya. Ditengah pengejaran itu, tepatnya di Jln. Esau Sesa depan Kantor BNN Perwakilan Papua Barat, melintas mobil yang serupa dengan ciri-ciri mobil yang dikendarai oleh tersangka S.

Kedua petugas tersebut kemudian memberi arahan agar menepi, namun mobil tetap melaju hingga akhirnya meletus tembakan peringatan. Merasa tak digubris, petugas R kemudian memerintahkan D untuk mengambil tindakan tegas yang terukur, yakni menembak untuk melumpuhkan.

“Kejadian Jam 4 dini hari. Tiga kali peluru ditembakan. Pertama peringatan ke atas, ke dua mengenai kaca jendela samping kanan, dan tembakan ke tiga dari arah belakang tembus ke kaca depan,”  ujar Erwindi. “Penembakan dilakukan karena ciri-ciri mobil sama dengan yang dikendarai tersangka S. Parahnya lagi, mobil itu tidak mau berhenti,” katanya lagi.

Belakangan diketahui, bahwa mobil yang menjadi sasaran timah panas regu tim 2 itu, berpenumpang Komisioner KPU Teluk Bintuni berinisial SPA. Beruntung tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kerugian materill bahkan psikis atau mental dialami korban.

 Bukan Unsur Politik

Dua personil salah tembak, yakni R dan D terpaksa berhadapan dengan hukum. Tak main-main, mereka bukan hanya saja diproses secara internal Kepolisian karena dianggap lalai dalam menjalankan tugas, tetapi juga diproses secara tindak pidana umum melalui Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Papua Barat.

Erwindi mengungkap, bahwa  penembakan tersebut murni terjadi karena kelalaian anggota selama menjalankan tugas-tugas Kepolisian. Tak ada unsur politik dari insiden tersebut. Untuk itu, proses hukum tindak tegas dua petugas tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pimpinan, yakni Kapolda Papua Barat.

“Kami atas nama institusi, dan pimpinan Polda Papua Barat, menyampaikan bahwa kejadian penembaka  tersebut tidak ada kaitannya dengan politik. Ini murni kelalaian anggota,” ujar Erwindi. “Pimpinan menyampaikan permohonan maaf, kepada korban SPA, seluruh masyarakat teluk bintuni serta Papua Barat,” katanya lagi.

Erwindi menjelaskan, R dan D mengambil tindakan tegas dan terukur karena mobil memiliki ciri-ciri yang sama persis dengan yang dikendarai oleh Target Operasi (TO). Saat diminta berhenti, mobil justrus semakin melaju sehingga langkah prosedural pun ditempuh.

“Saat itu, hari sudah subuh, R dan D ini juga tidak mendapatkan informasi kalau tersangka S sebenarnya sudah tertangkap di Ransiki. Tersangka S diamankan pada Sabtu dini hari sekitar Pukul 04:40 WIT,” kata Erwindi.

Namun, atas insiden tersebut, Kapolda Papua Barat memerintahkan investigasi, berbagai bukti dikumpulkan. Ditemukanlah kesalahan prosedural yang dilakukan oleh personil. Pemeriksaan mendalam kembali dilakukan setelah SPA membuat laporan di Polres Manokwari.

“Pimpinan memerintahkan laporan diambil alih, dan kami sudah ada lakukan pemeriksaan, dan keduanya, yakni R dan D telah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Erwindi.

“Kami akan transparan mengusut kasus ini. Dan sekali lagi, atas nama pimpinan, meminta maaf kepada publik terhadal insiden penembakan yang terjadi,” katanya lagi.

Berdasarkan laporan dan investigasi Propam, diamankan barang bukti berupa mobil dengan bekas tembakan milik korban. Dua selongsong peluru, dan satu pucuk Senjata Api (dinas) milik tersangka D. (PB13)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Jumat 4 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.