InforialPOLITIK & HUKUM

Sambut Nataru, Polri Bakal Tertibkan Penjualan Miras

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat bakal menertibkan penjualan minuman keras alias Miras di seluruh kabupaten/kota. Penertiban yang memiliki arti menutup total sementara usaha penjualan, termasuk para pengusaha resmi itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan massa menyambut perayaan Natal dan Tahun baru (Nataru) 2021.

“Akan kita tertibkan segera, seluruh penjual miras, termasuk para pengusaha yang memiliki izin juga akan kita tertibkan. Kita tutup sementara selama masih dalam momen perayaan Nataru,” kata Kapolda Papua Barat Irjen Tornagogo Sihombing kepada sejumlah wartawan usai menggelar apel gelar pasukan Operasi Lilin Mansinam 2020, Senin pagi (21/12/2020) di Mapolda Papua Barat.

Ia menjelaskan operasi penertiban seluruh penjual miras dilakukan sebagai langkah antisipasi lonjakan massa yang tidak terkendali akibat mengkonsumsi miras. Sebab, menurut Kapolda, mereka yang usai mengkonsumsi miras identik dengan euforia berlebihan yang hanya pada akhirnya bukan saja merugikan diri sendiri, melainkan juga orang disekitar.

“Pemiras identik dengan euforia berlebihan, bukannya menjadi lebih baik, tetapi justru menjadi musibah bagi dirinya dan juga orang lain. Apalagi dimasa pandemi Covid-19 seperti ini, kerumunan tentu akan sulit dikendalikan. Untuk itu, sebaiknya penjual miras ditiadakan dulu,” kata Kapolda.

Menurut Kapolda, pihaknya akan bersikap tegas dalam melaksanakan aturan itu, namun partisipasi dan kesadaran masyarakat juga dibutuhkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Papua Barat. Sebab, keamanan dan kenyamanan masyarakat sejatinya bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri.

“Masyarakat harus sadar, bahwa kondusifnya Kamtibmas adalah tanggung jawab kita bersama. Jika menganggap faktor keamanan itu penting, maka setiap orang harus menjaga situasi itu. Salah satunya, ialah dengan tidak mengkonsumsi miras,” ujar Kapolda.

Terpisah, Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari Yan Christian Warinussy mendukung upaya Polda Papua Barat dalam menertibkan penjualan miras. Menurutnya, Kepolisian dapat memberikan sanksi tegas bagi pelaku usaha resmi yang terbukti melanggar imbauan tersebut, dengan cara mencabut ijin peredaran.

Sementara, terkhusus wilayah Manokwari, langkah tegas berikut dari Pemerintah Daerah ialah mengevaluasi Perda Nomor 5 Tahun 2006 tentang Miras. Melalui evaluasi itu, Bupati Manokwari dapat memulai merumuskan langkah pemberantasan ataupun pembatasan Miras yang komprehensif.

“Ini dapat dilakukan jika Perda Miras dievaluasi bersama semua pemangku kepentingan  guna menghasilkan langkah penanganan, baik dari sisi Kamtibmas dan penegakan hukum dengan mengefektifkan Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS),” kata Warinussy. (PB13)

**Berita ini telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 22 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.