Sekretaris Dishub Papua Barat Sayangkan Sikap Kepala Dinas

  • Beberkan kronologi cecok

MANOKWARI – Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Papua Barat Izaac Stepanus Hindom sangat menyangkan sikap Kepala Dinas Perhubungan Agustinus Kadakolo yang telah melayangkan laporan ke Polda Papua Barat, dan Inspektorat Papua Barat.

“Ini persoalan internal dinas, tapi sebagai ASN, saya tetap menjalani proses yang telah dilaporkan Pak Kepala Dinas,” ujar Izaac saat dikonfirmasi awak media di Manokwari, Selasa sore (25/1/2022).

Ia menerangkan, ada dua masalah yang dilaporkan oleh Kepala Dinas dan terungkap dalam sidang kode etik ASN di Kantor Inspektorat Papua Barat, Jumat (21/1/2021).

Persoalan pertama adalah tindakan fisik terhadap Kepala Sub Bagian Perencanaan Sekretariat Dishub Papua Barat Aloysius Nugroho Gunawan. Padahal, masalah itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan di Polda Papua Barat, pada 13 April 2021.

“Persoalan itu sudah selesai dan saya sudah bayar ganti rugi uang Rp10 juta. Uang itu atas permintaan Pak Aloysius, saya serahkan ke pondok pesantren di Arfai tanggal 19 April 2021,” jelas dia.

“Disaksikan oleh Ibu Wakapolres Manokwari yang waktu itu masih sebagai penyidik,” kata dia lagi.

Persoalan kedua, sambung Izaac, merupakan persoalan internal instansi yang menimbulkan cecok antara dirinya dengan Kepala Dinas pada 10 Desember 2021.

“Saya akui, hari itu saya sedikit dipengaruhi minuman keras,” ucap dia.

Izaac kemudian membeberkan pemicunya adalah pertanyaan kepada Kepala Dinas terkait serapan anggaran pekerjaan fisik Bidang Darat. Sebab, Kepala Dinas terkesan melakukan sabotase SK PPK pekerjaan fisik dari Kepala Bidang Darat yang SK tersebut telah ditandatangani oleh Gubernur Papua Barat. Dua minggu setelah pembagian SK PPK Fisik untuk bidang-bidang, Kepala Dinas membatalkan SK PPK Fisik Bidang Darat dan menggantikan dirinya sendiri sebagai PPK Fisik.

“Jadi beliau (Kepala Dinas, red) merangkap Pengguna Anggaran dan PPK Fisik,” jelas Izaac.

Sebagai Sekretaris Dishub, dirinya memiliki kewenangan untuk mempertanyakan progres penyerapan anggaran kepada Kepala Bidang Darat Dishub. Namun, fakta yang terjadi SK PPK Fisik Bidang Darat telah diambil alih oleh Kepala Dinas. Sehingga, pertanyaan penyerapan diajukan kepada Kepala Dinas.

“Ini-kan Pak Kadis yang ambil. Otomatis pertanyaan itu saya tanyakan ke Pak Kadis, bukan Kepala Bidang Darat,” tegas dia.

Ia menuturkan, pertanyaan yang diajukan itu langsung direspon oleh Kepala Dinas Perhubungan dengan emosi dan langsung melemparkan nasi bungkus ke arah dokumen. Dalam kondisi tensi, Kepala Dinas juga sempat melontarkan kalimat bernuansa suku.

“Setelah lempar nasi lalu beliau katakan, saya Ketua Aliansi Pemuda Suku Malamoi Sorong,” kata Izaac meniru ucapan Kepala Dinas.

Melihat reaksi Kepala Dinas yang berlebihan dan melontarkan kalimat di luar urusan kedinasan, ia terpancing. Seketika itu, piring kosong di hadapannya langsung diambil dan bantingkan ke lantai.

“Makanan itu raja, kalau makanan dibuang begitu, saya rasa terhina. Saya langsung bilang, kaka jangan bawa nama atau jabatan organisasi ke dalam urusan pemerintahan,” tegas dia.

Setelah insiden itu, Kepala Dinas langsung meninggalkan ruangan. Semestinya, masalah internal dinas dapat diselesaikan secara internal kedinasan apabila keduanya sama-sama merendah.

“Saya legowo siap meminta maaf kepada seluruh staf baik itu eselon satu, dua dan tiga. Asalkan, kita bisa bicara baik-baik,” ucap dia.

Izaac menerangkan, ketidakhadiran dirinya dalam sidang kode etik ASN di Kantor Inspektorat Papua Barat karena bertepatan dengan pemeriksaan di Polda Papua Barat atas laporan yang diajukan oleh pengacara dari Kepala Dinas.

“Saya kaget ada surat pemanggilan klarifikasi terkait tindakan pidana pasal 310 tentang pencemaran nama baik. Panggilan dari Polda,” pungkas Izaac. (PB15)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: