POLITIK & HUKUM

Setahun, Reskrim Polres Manokwari Tangani 707 Kasus

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Reserse dan Kriminal Umum (Reskrim) Polres Manokwari sedikitnya menangani 707 kasus kejahatan selama kurun tahun 2020. Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan penganiayaan mendominasi angka kriminalitas di Ibukota Provinsi Papua Barat ini.

Kepala Satuan Reskrim Polres Manokwari AKP Musa Jedi Permana mengatakan, terdapat beberapa kategori untuk kasus penganiayaan, yakni penganiayaan biasa, pengeroyokan dan penganiayaan berat. Sementara, kejahatan lainnya seperti pencurian kendaraan bermotor berkurang drastis sejak Juli 2020.

“Dari Januari hingga 17 Desember 2020, tercatat ada 707 kasus yang kami tangani. Dominannya adalah penganiayaan dan KDRT, sedangkan kasus Curanmor sudah tidak lagi ada sejak Juli, kebanyakanya itu kasus KDRT,” katanya saat ditemui Papua Barat News, Selasa (22/12/2020) di ruang kerjanya.

Selain Curanmor, lanjutnya, kasus begal ataupun jambret juga sudah mulai berkurang pada beberapa bulan belakangan ini. Menurut Permana, hal tersebut terjadi lantaran banyak residivis atau pelaku kejahatan spesialis begal dan Curanmor telah tertangkap. Meski begitu, pihaknya tetap mengantisipasi kasus-kasus tersebut kembali terjadi.

“Tahun sebelumnya itu, dalam sehari bisa ada satu laporan kehilangan motor. Sekarang berbeda, laporan pencurian motor dalam sehari belum tentu ada. Jumlahnya memang menurun, karena banyak yang sudah kami tangkap para pelakunnya,” kata Permana.

Dia kemudian mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk tidak mengurangi kewaspadaan terhadap tindak kejahatan. Masyarakat diimbau untuk turut serta terlibat menjerumuskan para pelaku kejahatan bilamana terjadi, dengan cara melaporkan kepada pihak yang berwenang, yakni Kepolisian. (PB13)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 23 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.