Sidang Praperadilan Disdik Tambrauw, Enam Saksi Dihadirkan dalam Sidang

SORONG, PB News – Sidang lanjutan praperadilan dengan agenda pemeriksaan saksi dari pihak pemohon. Dalam persidangan kemarin pemohon Praperadilan mengajukan 6 saksi.

Dalam pemeriksaan di Pengadilan Negeri Sorong, saksi Novita Braiyar menerangkan sedang berada dengan ibu Ana Mayor (pemohon praperadilan) pada hari Jumat tanggal 19 Januari 2018 saat didatangi polisi bernama Rahman dan seorang anggota yang biasa dipanggil Simanjuntak. Kedatangan mereka terkait dokumen DPA Dinas Pendidikan Kabupaten Tambrauw.

Saksi Stenly, rekan kerja pemohon Ana Mayor menuturkan ada oknum polisi yang datang menanyakan sesuatu yang kurang etis.

Menyangkut dokumen DPA merupakan kewenangan pemohon yang menguasainya, dan selama ini tidak ada masalah.

Ketika ditunjukan dokumen DPA yang telah terjilid rapih, saksi Stenly menerangkan bahwa dokumen tersebut tidak bermasalah.

Saksi lalu mengambil gambar dua oknum anggota Polsek Sausapor  itu ketika datang ke kantor Dinas Pendidikan Tambrauw.

Kedua saksi sama sekali tidak mengetahui ada masalah di kantor mereka.

Tak hanya itu, Stenly juga menerangkan bahwa ibu Ana Mayor diganti dengan Agustina Titit pada bulan Januari. Saksi mengetahuinya saat mengambil gaji.

Saksi Stenly mengakui kalau dirinya dimutasi ke dinas lain. Tidak satu paket dengan pemohon praperadilan.

Usai menghadirkan saksi Novita dan Stenly, kuasa hukum pemohon praperadilan kembali menghadirkan dua saksi lainnya, yaitu Hilman Mofu dan Klemens Mirino.

Hilman Mofu menerangkan, hari Jumat pagi tanggal 19 Januari 2017 usai apel di kantor Dinas Perhubungan saat melewati rumah pemohon terlihat banyak polisi. Saksi melihat Kanit Reskrim Polsek Sausapor sedang berbicara dengan ibu Ana Mayor. Sementara pengakuan Klemens Mirino tidak mengetahui siapa yang memoto saat polisi datang menemui Ana Mayor. Saksi Klemens Mirino membenarkan saat ibu Ana ditemui polisi memperlihatkan surat perintah tugas.

Kedua saksi tak tahu printer yang digunakan untuk mencetak surat diketahui milik ibu Ana Mayor.

Saksi Klemens Mirino pun mengatakan kedatangan polisi ke rumah ibu Ana Mayor sudah larut malam, hanya saja tidak mendengar percakapan pemohon dengan polisi.

Sementara dua saksi terakhir, Dicky Mofu menjelaskan alasan memoto karena ada anggota polisi yang datang ke rumah bersenjata. Anggota datang katanya untuk ambil dokumen yang dirampas.

Saksi Dicky Mofu tidak melihat polisi menunjukan surat perintah kepada ibunya. Setelah itu polisi langsung pergi. Anggota yang pertama datang polisi bersama koramil bersama Kadis Pendidikan Pak Agustinus Lewerissa.

Saat polisi dan anggota koramil serta kadis pendidikan Tambrauw datang ke rumah, dan pada saat itu saksi memoto.

Selanjutnya saksi Ricky Mofu, suami pemohon praperadilan jelaskan awalnya pak Kapolsek Sausapor datang menyapa saksi di rumahnya. Tidak lama kemudian datanglah anggota polisi dan koramil.

Dokumen DPA tersebut saya serahkan ke istri. Alasanya seksi anggaran BPKAD Tambrauw selaku pihak yang mendistribusikan dokumen DPA, sayangnya atas nama kadis yang lama Thomas Kewab bukan kadis yang baru Agustinus Lewerissa, S.Sos.

Saksi tidak mengetahui sejak kapan istrinya ditetapkan sebagai tersangka oleh polres Sorong.

Ada pertemuan dengan BPK Provinsi Papua Barat terkait laporan keuangan tanggal 24 Mei 2017 malam.

Dijelaskan saksi, pertemuan tanggal 24 Mei antara istrinya dengan BPK sempat dibicarakan soal pergantian bendahara yang tidak sesuai aturan.

Tanggal 1 Juni 2018 istri saya diperiksa sebagai tersangka penggelapan dokumen di polres Sorong.

Prosesnya berlangsung sekitar pukul 22.00 hingga 24.00 WIT.

Saat diperlihatkan surat dari BPK soal dokumen pemeriksaan tanggal 16 Mei 2017 dibenarkan saksi.

Sepengetahuan saksi yang membuat LPJ adalah kadis bersama bendahara.

Mengenai surat pemeriksan tanggal 24 Juni 2018 yang mana perihalnya istri diperiksa sebagai tersangka penggelapan di polres Sorong, saksi tak tahu.

Kuasa pemohon menganggap ada kejanggalan antara penyitaan barang bukti tanggal 28 Juni. Sementara, sehari kemudian tanggal 29 Juni barulah saksi menandatangani Berita Acara penyerahan barang bukti. (PB7)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: