InforialPOLITIK & HUKUM

Sidang Sengketa Pilkada Manokwari Masuk Tahap Kedua

MANOKWARI, PB News – Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Pilkada Manokwari yang dilayangkan oleh Pasangan Calon (Paslon) Bupati Manokwari Sius Dowansiba – Mozes Rudi Frans Timisela (SMART) ke Mahkamah Konstitusi (MK) siap memasuki tahap kedua.

Kuasa Hukum Paslon SMART Habel Rumbiak mengatakan, sebelumnya MK telah menggelar sidang tahap pertama di Ruang Sidang MK Jalan Medan Merdeka Barat Nomor 6-7 Jakarta, Jumat (29/1/2021) lalu. Pada kesempatan tersebut, pihaknya menyerahkan pokok-pokok permohonan atau gugatan dari kliennya MK.

“Kami sudah serahkan pokok-pokok permohonan kepada MK pada saat sidang pertama kemarin. Tinggal menunggu panggilan untuk sidang selanjutnya,” ujar Habel kepada Papua Barat News melalui sambungan telepon selularnya, Minggu (31/1/2021).

Dia menerangkan, sidang lanjutan tahap kedua rencananya akan dilaksanakan pada Senin (8/2/2021). Adapun agenda yang akan dibahas dalam sidang tersebut adalah mendengarkan jawaban dari KPU Manokwari, keterangan dari Bawaslu Manokwari.

“Jadi agendanya adalah mendengarkan keterangan atau jawaban dari termohon,” kata dia.

Selain itu, Hakim MK juga akan memberikan kesempatan kepada Paslon HEBO untuk memberikan keterangan pada sidang tersebut. Hal itu dikarenakan Paslon HEBO juga sudah mengajukan diri sebagai pihak dalam masalah karena merasa berkepentingan.

“Karena mereka (HEBO) sudah mengajukan diri sebagai pihak dalam masalah ini maka hakim memberikan kesempatan untuk menyampaikan keterangan dalam sidang,” kata dia.

Habel menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal  permohonan atau gugatan yang telah dialayangkan kepada MK tersebut. Komitmen itu dinyatakan guna membangun kesadaran berpolitik serta meningkatkan kualitas berdemokrasi.

Dia juga menyatakan, pihaknya sudah menyiapkan bukti-bukti tambahan serta saksi-saksi yang akan dibawa dalam persidangan. Kesiapan tersebut disampaikan karena pihaknya menilai ada penyimpangan dalam tahapan-tahapan maupun proses Pilkada Manokwari yang berlangsung pada 9 Desember 2020 yang lalu.

“Kita tetap maju. Bukti-bukti tambahan dan saksi juga sudah kita siapkan,” pungkasnya. (PB25)

Berita ini telah terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin (1 Februari 2021)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.