Tahun Ini, Kajati Target Penyidikan Kasus Korupsi Tuntas

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat sedang merampungkan berkas perkara kasus dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di wilayah hukumnya. Kejati menargetkan, perkara dugaan korupsi dengan total kerugian negara mencapai miliaran rupiah akan rampung sebelum tahun 2020 berakhir.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Papua Barat Syafiruddin melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Billy Wuisan, menegaskan, sedikitnya ada tiga kasus dugaan korupsi yang tengah dalam penyidikan, yakni pengadaan septic tank di Kabupaten Raja Ampat, serta pembangunan kantor Dinas Perumahan Provinsi Papua Barat dan penggunaan dana hibah Papua Barat.

“Itu tiga perkara yang sementara masih dalam penyidikan. Prosesnya sejauh ini masih pemeriksaan saksi. Kita targetkan seluruh penyidikan itu tuntas sebelum tahun 2020 berakhir,” kata Wuisan saat ditemui Papua Barat News, Rabu siang (7/10/2020).

Wuisan menuturkan, pembiayaan proyek septic tank individual di Raja Ampat bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD Raja Ampat tahun anggaran 2018 senilai Rp7,062 miliar. Tangki septic diadakan sebanyak 223 unit yang disebar ke tiga lokasi berbeda, yakni Kota Waisai 100 unit, Waigeo Selatan 50 unit dan Misool Timur sebanyak 73 unit.

“Belakangan diketahui, realisasi progress kerja ternyata fiktif. Anggarannya sudah dicairkan 100 persen, tapi fakta dilapangan banyak masyarakat yang tidak menerima, dan bahkan banyak pula tangki septic yang tidak terpasang,” kata Wuisan.

Berdasarkan audit investigasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Papua Barat, terbengkalainya proyek tersebut mengakibatkan negara yang dalam hal ini ialah Pemerintah Kabupaten Raja Ampat mengalami kerugian sebanyak Rp4,112 miliar

Sedangkan, kerugian negara pada kasus dugaan korupsi pembangunan Kantor Dinas Perumahan Papua Barat, ditaksir mencapai Rp1,8 miliar dari Rp4,8 miliar yang dianggarkan pemerintah dalam APBD Papua Barat tahun anggaran 2017.

Menurut Wuisan, nilai kerugian negara itu didapatkan berdasarkan keterangan ahli dari Inspektorat Papua Barat. Setelah memadukan nilai konstruksi bangunan dengan dokumen kontrak, terdapat jenis pekerjaan yang ternyata tidak dikerjakan. Nilainya berkisar Rp1,2 miliar.

Selain itu, terdapat juga penggunaan keramik lantai yang tidak sesuai item dokumen kontrak. Diduga, tersangka sengaja mengganti jenis keramik lantai dengan selisih harga mencapai Rp892 juta, sehingga total kerugian negara mencapai Rp2,8 miliar.

“Pembangunan Kantor Dinas Perumahan Papua Barat itu dianggarkan pemerintah melalui tiga tahun mata anggaran, yakni 2015, 2016, dan 2017 dengan total mencapai Rp29 miliar,” ujar Wuisan.

“Tetapi yang menjadi konsen penyidikan kami disini adalah anggaran pembangunan tahun 2017, senilai Rp4,8 miliar,” katanya lagi.

Sedangkan, untuk penyidikan kasus dugaan korupsi dana hibah Papua Barat senilai Rp598 miliar, hingga kini masih dalam pendalaman. Belasan saksi bakal diperiksa, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat Nataniel Mandacan.

Kasus tersebut mencuat setelah Inspektorat mengumumkan hasil auditnya, dimana terdapat kerugian negara senilai Rp68 miliar dari total Rp598 miliar yang dihibahkan oleh Pemerintah Papua Barat pada tahun anggaran 2015, 2016, dan 2017.

Dana hibah tersebut diperuntukan bagi sejumlah kegiatan, mencakup organisasi kemahasiswaan di Universitas Papua (Unipa) Manokwari, pembentukan fakultas (Pendidikan) di beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta, pembangunan rumah ibadah (Keagamaan), dan keberlangsungan yayasan (Kemanusiaan).

“Berdasarkan laporan Inspektorat, ada lima penerima hibah yang ternyata fiktif,” ujar Wuisan. “Jumlah penerima fiktif mungkin bisa bertambah, karena kita belum periksa sejumlah daerah tujuan penerima hibah. Kepastiannya, semua akan rampung ditahun ini,” katanya lagi. (PB13)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 8 Oktober 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: