InforialPOLITIK & HUKUM

Tangani Korupsi, Kejati Papua Barat Diapresiasi

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari Yan Christian Warinussy, memberikan apresiasi kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat beserta jajaran yang terus melakukan penyelidikan dan penyidikan pada sejumlah kasus dugaan tindak pidana korupsi di Papua Barat.

Salah satu yang terakhir dirilis Jaksa, sebut Warinussy, yaitu seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan ditetapkan sebagai tersangka pada awal 2021 mendatang, yaitu terduga pelaku kasus dugaan korupsi pengadaan septic tank individual di Kabupaten Raja Ampat tahun 2018, senilai Rp7 miliar.

“Semoga rencana penetapan tersangka septic tank itu, akan memicu Kejati untuk menetapkan pula peningkatan status dugaan korupsi Dana Hibah Papua Barat, dan juga kasus MRPB, termasuk dan hibah Papua Barat Televisi,” ujar Warinussy kepada Papua Barat News, Selasa (22/12/2020).

Sebelumnya, Asisten Pidana khusus (Aspidsus) Kejati Papua Barat Syafiruddin mengatakan, tim penyidik sedang melakukan penyelidikan terhadap empat perkara dugaan korupsi dan juga penyidikan terhadap empat perkara korupsi pula. Ditargetkan, empat lidik dan empat sidik kasus dugaan korupsi itu tuntas pada 2021.

“Kami upayakan semua tuntas di 2021. Itu sudah termasuk dugaan korupsi pada Sekretariat MRPB dan dana hibah Papua Barat. Untuk kasus lainnya mungkin akan masuk penyelidikan, tetapi pasti tidak tuntas ditahun itu, karena kita harus selesaikan dulu target kita,” kata Syafiruddin.(PB13)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 23 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.