Tergugat Tak Hadir, Sidang Kasus Buaya di Sorong Ditunda

SORONG, papuabaratnews.co – Sidang gugatan perdata kasus buaya oleh masyarakat SP 1 dan SP 2, Kelurahan Klamalu, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong di Pengadilan Negeri Kelas IB Sorong ditunda oleh Hakim Ketua Dinar Pakpahan SH, Kamis (9/8).

Penundaan dilakukan karena tergugat dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Papua Barat masih menunggu petunjuk dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup Republik Indonesia terkait kuasa hukum tergugat.

Untuk turut tergugat dari CV Mitra Lestari Abadi, sebagai pemilik penangkaran buaya di Jalan Bandara SP 1 Aimas Kabupaten Sorong, telah menunjuk kuasa hukumnya namun belum nendaftarkannya di PN Sorong.

Sementara itu kuasa hukum penggugat, Marcus Souissa SH mengatakan akan tetap memperjuangkan hak-hak masyarakat SP 1 dan SP 2 yang sudah tidak merasa aman dalam bekerja di rumah maupun di lokasi penangkaran itu.

Dalam gugatannya, warga SP 1 dan SP 2 meminta ganti rugi kepada tergugat, yakni BKSDA Papua Barat dan pemilik penangkaran buaya CV Mitra Lestari Abadi (MLA) sebesar Rp10 milyar.

Di dalam gugatan Perbuatan Melawan Hukum itu, tim kerja menuntut ganti rugi materiil dan inmateriil sebesar 10 miliar kepada Pemerintah Republik Indonesia cq Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan cq Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Papua Barat dan pimpinan CV Mitra Lestari Abadi.

Ketua tim kerja, Soleman Suu, mengatakan menggugat tempat penangkaran yang dibuat CV MLA tidak memenuhi syarat.

“Kandang penangkaran buaya yang dibuat CV MLA tidak memenuhi syarat. Hingga saat ini walaupun sudah banyak buaya yang dibantai, masih saja ada buaya yang masuk ke pemukiman warga,” kata Soleman Suu.

Ia mengungkapkan sekalipun BKSDA dan pihak pemilik mengklaim penangkaran yang dibuat sudah memiliki standar, tapi buktinya masih menelan korban dan sampai saat ini masih ada yang berkeliaran dan membuat resah warga.

Soleman Suu menegaskan paham jika buaya dilindungi tetapi yang dilakukan warga membunuh buaya di penangkaran tersebut karena ketakutan setelah adanya korban. (PB7)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: