Tersangka Pembunuhan DW dan HS, Bertambah

MANOKWARI, papuabaratnews.co Kepolisian Resor (Polres) Manokwari menetapkan satu lagi tersangka berinisial MS dalam kasus penikaman hingga menewaskan korban DW dan HS, beberapa waktu lalu. Sebelumnya, kepolisian setempat telah menetapkan AA sebagai pelaku penikaman kedua korban tersebut.

Kepala Polres Manokwari AKBP Dadang Kurniawan Winjaya mengatakan, penetapan MS sebagai tersangka baru setelah penyidik melakukan pemeriksaan saksi sebanyak 15 orang guna mengungkap kasus itu.

“Dari keterangan yang ada, MS turut terlibat dalam insiden itu. Dia (MS) yang mengambil badik (Pisau) atas suruhan tersangka AA. Selain AA melakukan penikaman, dia juga ikut menikam kedua korban,” kata Winjaya dalam sesi konfrensi pers di Mapolres Manokwari, Jumat 26 Maret 2021 pekan lalu.

Atas keterlibatan itu, tersangka MS dijerat melanggar Pasal 338 KUHPidana tentang Pembunuhan juncto Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang Penganiayaan yang menyebabkan kematian juncto Pasal 55 ayat (1)-1 KUHPidana, dengan ancaman hukuman pidana 20 tahun penjara.

“Kedua tersangka itu kaka beradik. Kita amankan secara terpisah, AA di Mako Polda sementara MS kita titipkan di Mako Satbrimob Polda Papua Barat,” kata Winjaya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Manokwari AKP Musa Jedi Permana menambahkan, dalam waktu 14 hari kedepan, pihaknya siap menggelar rekonstruksi atau reka ulang kasus penikaman DW dan HS. Rekonstruksi akan dilakukan langsung di tempat kejadian perkara (TKP) dan dilakukan secara terbuka.

“Kenapa dua minggu lagi, karena harus mendatangkan ahli. Sementara ini, kita sudah memeriksa 15 orang saksi, terdiri dari empat saksi kunci, mereka itu teman tersangka dan tamu dan penghuni mess,” jelas dia.

Perlu diketahui, DW dan HS tewas pada Selasa (23/3/2021) dini hari. DW menghembuskan nafas terakhir di Rumkital setelah sempat dievakuasi oleh aparat kepolisian. Sementara, HS tewas di TKP yakni di halaman mess ladies milik salah satu tempat karaoke di kawasan Trikora Wosi.

Dalam kasus ini, AA nekat menikam kedua korban menggunakan badik lantaran tersinggung dengan ucapan para korban yang terkesan merendahkan dirinya. AA juga mengajak saudaranya MS membantu menghabisi nyawa DW dan HS. Selain tersangka, polisi juga telah mengambankan sejumlah barang bukti seperti satu kendaraan bermotor tipe KLX, handphone dan sebilah badik.(PB13)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 29 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: