Tilang Elektronik Mulai Diberlakukan

MANOKWARI – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Kepolisian Daerah Papua Barat mulai memberlakukan tilang secara elektronik atau Elektronik Traffic Law Enforcement (ETLE), pada Senin (28/3/2022).

ETLE tersebut telah diresmikan secara serentak oleh Kapolri Jenderal Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Sabtu (26/3/2022) akhir pekan lalu.

Kepala Polda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing, mengatakan, penindakan terhadap pelanggaran yang terekam kamera ETLE dilakukan secara selektif prioritas, sembari meningkatkan sosialisasi tahap kedua hingga akhir Mei 2022. Setelah itu, tindakan tegas terhadap pelanggaran lalu lintas diterapkan.

“Setelah dilaunching oleh Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, kita akan sosialisasikan mungkin satu atau dua bulan ke depan ya,” ucap Sihombing.

Ia menjelaskan, penerapan ETLE merupakan bagian dari upaya penegakkan hukum di bidang lalu lintas secara transparan. Adapun kerja sama yang dilakukan Polri dengan sejumlah stakeholder adalah, pembayaran denda pelanggaran via Bank Rakyat Indonesia (BRI), pengiriman blanko tilang melalui jasa PT Pos Indonesia, dan menyertakan barcode pada blanko tersebut. “Untuk mempermudah masyarakat mengetahui jenis pelanggaran,” ucap dia.

Kapolda menerangkan, kamera ETLE yang terpasang di perempat lampu merah Haji Bauw, Kota Manokwari, dinyatakan layak dan memenuhi syarat oleh tim supervisi dari Korps Lalu Lintas Mabes Polri.

Modernisasi bidang lalu lintas ini, meminimalisir adanya tindakan pemerasan atau pungutan liar yang dilakukan oleh petugas di lapangan. “Selama ini tilang secara manual, kadang-kadang masyarakat merasa ada ketidakadilan,” jelas Kapolda.

Ia menegaskan, penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas yang terekam kamera ETLE tidak pandang bulu. Sehingga, pelaksanaannya membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat di Manokwari. “Aparat juga tetap harus mengikuti penegakkan hukum,” ucap dia.

Kapolda menerangkan, penerapan ETLE akan menumbuhkan kesadaran pengendara bahwa aktivitas di jalan raya akan terpantau teknologi berupa artificial intelligence atau kecerdasan buatan.

Dengan demikian, sangat diharapkan etika berlalu lintas dapat terbangun sesuai harapan bersama. “Jalan Haji Bauw itu sudah ditetapkan sebagai kawasan tertib berlalu lintas,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Lalu Lintas (Wadirlantas) Polda Papua Barat, AKBP Andre Manuputty, menjelaskan, ada sejumlah keunggulan kamera ETLE. Antara lain, mampu mendata seluruh jenis kendaraan yang melintas, mendeteksi kecepatan kendaraan, pelanggaran rambu lalu lintas, dan mengidentifikasi perilaku pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara (tidak memakai safety belt, helm dan berboncengan lebih dari satu orang).

“Kamera ETLE sudah terpasang sejak Juni 2021, disupervisi bulan Agustus dan September 2021 dinyatakan layak digunakan,” jelas dia.

Kemudian, uji coba kamera ETLE mulai dilakukan sejak Februari 2022. Rata-rata pelanggaran dalam sehari yang terekam kamera ETLE kurang lebih 14 ribu pelanggaran. Kepolisian selama ini gencar melakukan menyosialisasikan ETLE guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan tertib berlalu lintas. “Sosialisasi tahap pertama berakhir 31 Maret 2022 ini,” ucap Andre.

Ia menambahkan, Ditlantas Polda Papua Barat bersama Satlantas Polres Manokwari telah melakukan pembahasan nota kesepahaman penindakan hukum (Criminal Justice System) ETLE. Pembahasan tersebut dilakukan bersama sejumlah instansi teknis lainnya, seperti Kejaksaan Negeri Manokwari, Pengadilan Negeri Manokwari, Pemerintah Kabupaten Manokwari dan pihak perbankan. Sehingga, implementasinya berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP). (PB15)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: