InforialPOLITIK & HUKUM

Wilhelmina Woy Dituntut 15 Bulan Penjara

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Mantan anggota DPRD Fakfak Periode  2009-2014 Wilhelmina Woy dituntut 15 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Fakfak, dalam sidang tuntutan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Papua Barat pada Pengadilan Negeri Manokwari, Rabu (2/12/2020).

“Menuntut terdakwa atas perbuatannya dengan 1 tahun dan 3 bulan penjara, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara dan memerintahkan agar terdakwa tetap ditahan,” kata Jaksa Hasrul saat membacakan surat tuntutan dihadapan Ketua Majelis Hakim Saptono.

Menurut Jaksa Penuntut, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu terbukti melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 sebagaimana perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Terdakwa dinilai secara sah dan meyakinkan telah menerima total dana pinjaman lunak yang berasal dari Kas bendahara pengeluaran Sekretaris DPRD Fakfak, sejak 2011 hingga 2014 sebanyak Rp60 juta.

Hal yang memberatkan bagi terdakwa, selain tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi, Wilhelmina Woy juga terlambat melakukan pengembalian meski telah dilakukan pemberitahuan. Terdakwa baru melunasi pinjaman setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara, hal yang meringankan ialah terdakwa selalu kooperatif selama penyidikan hingga persidangan. Tidak berbelit-belit saat memberikan keterangan dalam persidangan, dan mengakui perbuatannya.

Atas tuntutan tersebut, penasihat hukum terdakwa, Rustam meminta waktu kepada majelis hakim untuk menyusun nota pembelaan atau pledoi. Namun, Majelis hakim hanya memberikan waktu dua hari. Sidang ini kemudian ditunda dan akan dilanjutkan pada Jumat mendatang.

Sebelumnya diberitakan, Wilhelmina Woy ditetapkan sebagai tersangka pinjaman dana lunak setelah Bupati Fakfak mengeluarkan Surat Perintah melunasi pinjaman sejak 15 November 2014. Berdasarkan surat perintah dan hasil pemeriksaan BPK perwakilan Papua Barat, Kejaksaan kemudian menindak lanjutinya hingga September 2019.

Selain Wilhelmina Woy, juga ada dua mantan anggota DPRD Fakfak lainnya yang turut ditetapkan sebagai tersangka, yakni Achmad Afit Rumagesan dan mantan Ketua DPRD Fakfak Abdul Rahman Momiangga. (PB13)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Kamis 3 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.