Wacana

Malaria

TEPAT pada hari Selasa, 25 April 2023 merupakan Hari Malaria Sedunia atau World Malaria Day. Pertama kali dicanangkan pada tahun 2008, peringatan Hari Malaria Sedunia terus diadakan setiap tahun guna meningkatkan kesadaran tentang pencegahan dan pengendalian malaria, serta memperingati pencapaian dalam mengatasi masalah malaria.

Hari Malaria Sedunia 2023 yang mengangkat tema “Time to deliver zero malaria : invest, innovate, implement” mendukung komitmen pemerintah Indonesia untuk bebas malaria tahun 2030 yang juga telah tertuang dalam prioritas pembangunan nasional 2020-2024. Agar hari Malaria Sedunia 2023 tidak terlewati begitu saja, ada baiknya kita mengulas kembali tentang penyakit Malaria.

Apa itu Malaria?

Malaria adalah infeksi parasit akibat Plasmodium yang dibawa oleh nyamuk. Nyamuk yang dimaksud disini adalah nyamuk jenis Anopheles betina.

Penularan dapat terjadi ketika nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi Parasit Plasmodium menggigit manusia. Parasit tersebut akan masuk dan dilepaskan ke dalam aliran darah melalui gigitan nyamuk dan selanjutnya parasit berkembang di dalam tubuh hingga menimbulkan gejala klinis.

Apabila malaria tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, hal ini dapat menyebabkan komplikasi seperti anemia dan hipoglikemia (gula darah rendah). Pada kondisi lebih serius, malaria dapat berkembang menjadi malaria serebral yang dapat mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah otak dan perdarahan di area otak.

Jenis Malaria

Malaria disebabkan oleh infeksi parasit yang mana terdapat empat jenis spesies parasit yang dapat menyebabkan malaria pada manusia, yaitu:

Pertama, Plasmodium vivax atau malaria tertiana, gejala yang ditimbulkan sedikit ringan dan muncul berselang setiap tiga hari. Jenis parasit ini dapat bertahan di dalam hati selama 3 tahun, sehingga sangat berpotensi untuk kambuh kembali.

Kedua, Plasmodium malariae atau malaria quartana, gejala yang timbul berselang setiap empat hari.

Ketiga, Plasmodium ovale atau malaria ovale, gejala yang ditimbulkan sama dengan malaria quartana. Jenis parasit ini banyak ditemukan di Afrika dan Pasifik Barat.

Keempat, Plasmodium falciparum atau malaria tropika, gejala yang ditimbulkan berselang 48 jam sekali. Parasit ini dapat menyebabkan malaria serebral yang fatal, sehingga menduduki urutan pertama penyebab kematian terbanyak akibat malaria.

Gejala Malaria

Orang yang terinfeksi malaria biasanya baru mengalami gejala dalam kurun waktu 10 hari hingga 4 minggu pasca gigitan pertama. Hal ini yang dinamakan masa inkubasi atau masa periode dimana parasit pertama kali masuk ke dalam tubuh seseorang hingga menimbulkan gejala. Akan tetapi, tak jarang gejala tersebut muncul dalam waktu 7 hari setelah terinfeksi.

Beberapa gejala yang umum dialami oleh penderita malaria adalah sebagai berikut : Demam tinggi, menggigil, mual dan muntah, diare, sakit kepala, nyeri otot, cepat lelah, berkeringat banyak, sakit perut, kehilangan nafsu makan, kesulitan bernapas, detak jantung meningkat, hingga penurunan kesadaran.

Pengobatan Malaria

Untuk pengobatan Malaria sendiri harus melalui pemeriksaan oleh dokter terlebih dahulu, serta obat tersebut tidak dapat dibeli tanpa melalui resep dokter. Terapi yang diberikan juga harus disesuaikan dengan jenis malaria yang menginfeksi pada tubuh. Hal ini dikarenakan lama terapi yang diberikan pada seseorang sesuai dengan jenis parasit. Pada umumnya terapi yang diberikan berupa obat DHP Frimal dan primakuin. DHP Frimal sendiri merupakan obat dengan fix dose combination dari dihydroartemisin 40 mg, piperaquine phosphate 320 mg. Obat tersebut dapat digunakan untuk terapi malaria tidak terkomplikasi yang disebabkan oleh Plasmodium Falciparum dan atau Plasmodium Vivax.

Pencegahan Malaria

Pencegahan malaria penting untuk dilakukan mengingat penyakit ini dapat berakibat fatal bagi penderitanya. Berikut beberapa upaya untuk mencegah malaria :

  • Membersihkan lingkungan dengan air mengalir serta jangan lupa membersihkan peralatan rumah tangga secara rutin.
  • Jika memiliki tempat penampungan air seperti kolam ikan, Anda disarankan untuk menebarkan ikan pemakan jentik nyamuk.
  • Menutup penampungan air saat tidak digunakan.
  • Menggunakan krim atau semprotan anti nyamuk.
  • Saat tidur upayakan menggunakan baju lengan panjang dan celana panjang.
  • Memasang kelambu saat tidur.
  • Jangan biasakan menggantung/menyimpan pakaian yang telah digunakan, karena permukaan lembab dapat menjadi persembunyian nyamuk.
  • Menghindari aktivitas di dekat perairan saat malam karena nyamuk malaria lebih aktif di malam hari.

Demikian penjelasan mengenai penyakit malaria yang perlu Anda waspadai. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, malaria adalah kondisi yang membutuhkan penanganan dengan tepat agar tidak menyebabkan komplikasi serius. (*)

 

Momi Waren, 26 April 2023

 

Lettu Ckm dr. Andrea Evans Khosasih, Dokter Rindam XVIII/Kasuari Manokwari Selatan, Papua Barat

 

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.