Puluhan Tenaga Kesehatan di Sorong Belum Terima Insentif

SORONG – Puluhan tenaga kesehatan (nakes) mendatangi Kantor Wali Kota Sorong, Selasa (24/5/2022). Mereka menuntut pemerintah daerah agar membayar hak-hak mereka yang belum diselesaikan. Perwakilan dari puluhan tenaga kesehatan tersebut bertemu Wali Kota Lambert Jitmau untuk menyampaikan tuntutan.

“Tuntutan kami adalah pembayaran tunjangan tambahan penghasilan pegawai, tunjangan kinerja tambahan 50 persen pada gaji sejak Januari, dan insentif penanganan Covid-19 dua bulan terakhir di tahun 2021,” kata Yani Tayo selaku perwakilan demonstran.

Dijelaskan bahwa pertemuan hari ini dengan Wali Kota Sorong belum ada jawaban. Namun Wali Kota meminta Nakes bersabar dan perwakilan kembali pada pekan depan untuk pertemuan bersama kepala dinas dan bagian keuangan untuk menyelesaikan hak-hak Nakes.

“Bapak Wali Kota minta kami kembali Senin pekan depan untuk melakukan pertemuan bersama dinas dan bagian keuangan. Bapak Wali Kota juga telah memerintahkan bagian keuangan untuk melakukan proses pembayaran hak-hak Nakes,” ujarnya.

Lambert Jitmau yang memberikan keterangan terpisah, mengatakan bahwa dia telah memanggil kepala dinas dan bagian keuangan terkait keterlambatan pembayaran hak Nakes dan segera diselesaikan.

Ia menambahkan bahwa sekitar Rp2 miliar hak tenaga kesehatan yang harus dibayarkan. Diharapkan agar Nakes bersabar sebab sistem transaksi keuangan daerah sekarang berbeda dengan sebelumnya. Namun hak Nakes akan tetap diselesaikan.

Sebelumnya, Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw mengaku menerima keluhan dari sejumlah dokter soal hak nakes yang belum terselesaikan.

“Saya tadi malam menerima dari dokter karena ada keluhan hak-hak mereka belum terselesaikan. Itu baru laporan secara lisan. Untuk kepastian akan kita cek laporan tertulis seperti apa, apa yang dimaksud sudah selesai,” ujarnya kepada wartawan, Senin (23/5/2022).

Menurut Waterpauw, harus ada perhatian terhadap hal ini. Sebab tenaga kesehatan merupakan pahlawan kemanusiaan.

Ia menuturkan, selama dua tahun terakhir dalam proses penanganan Covid-19, nakes adalah garda terdepan. Banyak di antara mereka yang gugur, dan bagi Waterpauw, itu harus menjadi perhatian.

“Mereka rela mengorbankan jiwa raga mereka untuk kepentingan kemanusiaan. Kita harus berikan hak mereka, nanti secara teknis akan dibicarakan dengan sekda dan sejumlah pimpinan OPD teknis,” katanya.

Waterpauw berharap semua dilaksanakan secara transparan dan terbuka. Kalau memang hak nakes belum dibayarkan ia berjanji akan mengupayakannya. (PB1)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: