Lima Persen Petani Setor Biji Kakao ke Cokran

RANSIKI, papuabaratnews.co – Ketua Koperasi Ebier Suth Cokran Yusuf Kawey menjelaskan, hingga kini sudah sekitar lima persen dari seluruh petani kakao di Kabupaten Manokwari Selatan yang secara rutin menyetorkan biji coklat kepada koperasi yang beroperasi di Distrik Ransiki tersebut.

Dari lima persen petani itu, kata Kawey, tak kurang dari seratus ton biji coklat kering bisa diproduksi Koperasi Cokran.

Untuk mempermudah petani melakukan pengeringan biji kakao, Koperasi Ebier Suth akan menyiapkan fasilitas yang akan bisa dimanfaatkan sebagai lokasi pengeringan biji kakao.

“Rata-rata lebih dari seratus ton, itu sebagian kita jual lagi ke Surabaya, sebagian kita buat olahan di sini. Ke depan ini kita akan menyiapkan lokasi pengeringan biji kakao, agar para petani tidak lagi mengeringkan biji kakao di jalan raya atau di lokasi yang tidak layak,” tuturnya, Senin 5 Juli 2021.

Kawey juga mengaku, penetapan harga beli coklat dari petani tetap mengikuti regulasi harga beli nasional.

“Kami membeli sesuai dengan standar harga nasional. Jadi yang kering satu kilo Rp25 ribu, sedangkan yang masih basa perkilo Rp5 ribu. Kalau standar harga nasional naik, pasti kita juga akan menyesuaikan,” ujarnya.

Dia juga menyebutkan pihaknya tengah berupaya melakukan peremajaan area kebun kakao yang sudah tua. Selain itu, fasilitas fermentasi juga tengah dikebut.

“Kami lagi sedang benahi kebun-kebun yang ada, terus disiapkan fermentasinya. Cokran sendiri memiliki 200 hektare lahan yang sudah produksi. Terus ada  lagi 4 hektare yang baru dibuka. Sekitar 80 ribu bibit yang sudah ditanam di lahan 4 hektar itu,” terangnya. (PB24)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: